Upacara Kemerdekaan HUT RI ke-72 di Dinkes Rembang

Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72, Jajaran serta karyawan di Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melaksanakan Upacara Bendera pada Kamis pagi (17/08/2017).

Segenap jajaran dilingkungan Dinkes Rembang yang berseragam KORPRI tersebut dengan khidmat mengikuti jalannya upacara.

Kadinkes Rembang dr.Ali Syofii bertindak selaku inspektur upacara menyampaikan sambutan Gubernur Jawa Tengah, untuk bekerja bersama dalam menyelesaikan setiap persoalan.

“mari kita bergotong royong, bekerja bersama dan ambil peran partisipatif dan kontributif dalam menyelesaikan persoalan yang ada.”jelasnya.

Sehingga didalam bekerja atau mengemban tugas harus lebih optimal dan profesional guna memberikan hasil yang terbaik bagi instansi serta pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Humas Setda Rembang
#DinkesRembang

BBPOM Ingatkan CekKLIK pada Sosialisasi tentang Kosmetika di Kabupaten Rembang

Setiap manusia pasti memliki tingkatan kebutuhan yang berbeda-beda, mulai dari yang terkecil hingga terbesar, baik secara fisiologis maupun psikologis dengan tujuan mempertahankan kehidupan dan kesehatan bagi dirinya sendiri.

“Sejalan dengan pemenuhan tingkat kebutuhan, maka manusia tersebut memerlukan aktualisasi diri dengan menggunakan kosmetik untuk bersolek diri agar terlihat lebih cantik atau tampan sehingga mendapatkan pengakuan diri dari orang lain
maupun lingkungannya”.

Jelas dr. Ali Syofii ketika memberikan sambutan dan membuka kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) tentang Kosmetika Yang Aman di Kabupaten Rembang.

Kegiatan sosialisasi tersebut diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang di Gedung Haji Rembang, pada Selasa Siang (15/08/2017).

Dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat khususnya di Kabupaten Rembang terhadap peredaran kosmetika di pasaran.

Turut hadir Anggota DPR RI Komisi IX Hj. Sri Wulan, SE, Kepala BBPOM Semarang Dra. Endang Pujiwati,MM,Apt, Kadinkes Rembang dr. Ali Syofii, dan diikuti sekira lima ratus peserta dari berbagai kalangan dengan mengenakan kostum berwarna orange bertuliskan CekKLIK.

Dra. Endang Pujiwati, MM, Apt, selaku Narasumber menyampaikan materi berkaitan dengan kosmetika yang aman dan baik digunakan pada kulit.

“dalam memilih kosmetika kita harus ingat CekKLIK, yakni dengan melihat Kemasan, Label, Ijin edar, Kegunaan dan cara penggunaan, serta Kadaluarsa (expired)”terangnya.

Selain itu, Dra. Endang Pujiwati, MM, Apt, menyampaikan bahwa sekarang ini Badan Pengawas Obat dan Makan Republik Indonesia telah mengembangkan aplikasi berbasis Android dengan nama “Cek BPOM”.

Fungsi Aplikasi tersebut untuk menampilkan data produk yang diperbolehkan beredar di Indonesia mulai jenis obat, obat tradisional, suplemen makanan, kosmetika, dan makanan maupun minuman. Hanya dengan mengetikkan Nomor registrasi produk atau kata kunci produk pada menu pencarian, maka akan muncul detail produk yang dimaksudkan.

Sementara itu, Hj. Sri Wulan, SE, menyampaikan maksud serta tujuan kedatangannya di tengah kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat tentang Kosmetika yang dilaksanakan oleh Balai Besar POM kepada masyarakat Rembang.

“dalam mengemban tugas sebagai anggota DPR sudah menjadi kewajiban untuk memonitoring atau mengawasi pelaksanaan program dari pemerintah salah satunya seperti pelaksanaan sosialisasi pemberdayaan masyarakat tentang kosmetika yang diselenggarakan oleh BBPOM Semarang pada siang hari ini”terang Hj. Sri Wulan, SE.

Selain maksud dan tujuan, Hj. Sri Wulan, SE, berharap setelah adanya kegiatan sosialisasi ini masyarakat dapat memberi masukan berkaitan dengan sosialisasi yang harus digalakkan lebih banyak lagi karena sangat penting untuk menambah pengetahuan masyarakat agar menjadi Cerdas didalam memilih, cerdas dalam mengartikan, serta cerdas dalam pemakaian kosmetika.

#CekKLIKBBPOMSemarang

Lencana Melati Tersemat Saat Upacara Peringatan HUT Pramuka ke – 56

Lebih dari ratusan siswa dari berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Rembang mengikuti Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-56 yang dilaksanakan di Alun-alun Kota Rembang, Senin (14/08/2017).

Dalam upcara tersebut, dilakukan secara simbolis penyematan penghargaan Lencana Melati yang diperoleh dari Kwartir Nasional kepada Ka Kwarcab Bayu Andriyanto, SE atau biasa di sapa Kak Bayu dalam gerakan Pramuka.

Dengan disematkannya Lencana Melati di dada Kak Bayu, beliau sangat bangga dan berterimakasih atas kerjasama semua pihak di Kwarcab Rembang.

Sementara itu, dalam sambutan Ka Kwarnas gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault yang disampaikan oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang Rembang H.Abdul Hafidz, mengatakan bahwa sesuai dengan tema Bekerja Untuk Kaum Muda, Mewariskan Yang Terbaik Bagi Bangsa, maka gerakan Pramuka harus tetap konsisten dan fokus dalam membidik kaum muda berkarakter, dengan berbagai kegiatan lebih melibatkan kaum muda untuk mewariskan yang terbaik bagi bangsa, utamanya menyiapkan generasi mileneal untuk menjadi pemimpin terbaik bagi bangsanya.

Lanjutnya, dalam mencapai visi gerakan pramuka masih harus kerja keras jajaran pramuka untuk mewujudkannya dan perlu banyak menjalin kerjasama dengan berbagai stakeholders baik dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Di Penghujung acara, para tamu undangan dan peserta upacara disuguhi pertunjukkan marchingband yang mengiringi atraksi tongkat dan semaphore yang diperagakan siswa-siswi dari sekolah SMP di Kabupaten Rembang, dilanjutkan dengan tarian dengan menggunakan sehelai kain batik khas Lasem yang meraih juara di tingkat Nasional.

#RainasPramuka2017

Kadinkes Rembang Sambut Kedatangan Tim Surveior FKTP

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr. Ali Syofii kembali menyambut Tim Surveior Akreditasi FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) dari Komisi Akreditasi Nasional pada acara pra survei akreditasi, Rabu Malam (09/08/2017) di Aula Kantor Dinkes Rembang.
Dalam acara pra survei akreditasi dihadiri Tim Surveior yang berjumlah tiga orang, Sekretaris Dinas, Kasie Yankes diikuti oleh tim pendamping akreditasi, dan jajaran Puskesmas Sulang.
Adapun Tim Surveiyor yang akan melangsungkan penilaian akreditasi puskesmas sebanyak tiga orang yakni, Ine Hermina, SKM, dr.Hj. Rini Kartika Handajani, M.Kes, dan dr. Mulyadi Halim.
Pada awal sambutannya Kadinkes Rembang dr.Ali Syofii mengucapkan selamat datang kepada Tim Surveior Akreditasi FKTP serta memberikan arahan kepada jajaran Puskesmas yang hadir dalam acara pra survei.
“Kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Rembang dan selamatmelaksanakan survei akreditasi di Puskesmas Sulang, Tim Surveior ini nantinya akan melaksanakan survei akreditasi di Puskesmas Sulang selama tiga hari, pelaksanaan diawali pada Senin pagi (10/08/2017) sampai dengan hari Sabtu (12/08/2017)”jelasnya.
Lanjut beliau, “kepada semua staf dan jajaran Puskesmas Sulang, bangun komitmen yang kuat dalam menyelesaikan seluruh administrasi dan dokumen sehingga bisa menjadi pendukung kriteria sesuai standar akreditasi, sehingga dengan adanya akreditasi dapat memiliki sitem kerja yang lebih baik, efektif, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan”pungkasnya.
Sementara itu, Ine Hermina, SKM selaku ketua Tim Surveior memaparkan bagaimana mekanisme penilaian akreditasi Puskesmas serta pembagian tugas tim surveior dalam melakukan akkreditasi.


“dari tim surveior akan menilai sejauh mana puskesmas mampu menyelenggarakan pelayanan dan juga menilai upaya perbaikan pelayanan berkesinambungan yang dilakukan oleh puskesmas, nantinya penilaian akan dibagi menjadi tiga bidang yaitu Administrasi Manajemen (Admen), Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), juga Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) di Puskesmas dengan ketentuan yang ada pada standar akreditasi”sebutnya.
Selain itu, disampaikan juga berkaitan dengan informasi kode etik, informasi tentang surat menyurat, dan format-format dokumen yang harus dilengkapi dan diisi.
Akreditasi Puskesmas merupakan suatu pengakuan hasil dari proses penilaian eksternal, oleh
Komisioner Akreditasi terhadap Puskesmas sesuai dengan standar akreditasi yang sudah ditetapkan.
Untuk itu, harapannya tahun 2018, Puskesmas se Kabupaten Rembang sudah terakreditasi guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien, menunjukkan profesionalisme dan tanggungjawab terhadap pekerjaan atau amanah yang telah diberikan.
#SeksieYankesDinkesRbg

Orientasi Tim Pembina UKS Tingkat Kabupaten Rembang

Melihat permasalahan kesehatan pada peserta didik yang sangat kompleks dan bervariasi. Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) merupakan salah satu wadah strategis untuk menangani permasalahan kesehatan yang ada di lingkungan sekolah.
Namun beberapa tahun terakhir kondisi UKS/M mengalami stagnasi, dikarenakan adanya SOTK baru dan kurangnya koordinasi Tim Pembina Kabupaten. Dalam rangka memantapkan koordinasi dan pelaksanaan UKS/M untuk itu Dinkes Rembang melalui Bidang Kesmas melaksanakan kegiatan Orientasi bagi Tim pembina UKS/M tingkat Kabupaten Rembang.
Kegiatan Orientasi bertempat di Ballroom Fave Hotel Rembang, dilakukan selama dua hari Rabu dan Kamis (09-10/08/2017). Dengan peserta 17 petugas UKS dari Puskesmas, Ka UPT Pendidikan Kecamatan se Kabupaten Rembang, dan lintas sektor terkait. Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang juga hadir bersama dua Narasumber dari Dinkes Prov Jateng, serta satu Narasumber dari Dinkes Rembang.
Dalam kegiatan Orientasi Kasie Promkes dan Pemberdayaan Kesehatan Sarwoko Mugiono,SKM yang juga selaku ketua panitia, menyampaikan laporan terkait tujuan dari kegiatan orientasi tim pembina UKS/M tingkat Kabupaten Rembang.


“kegiatan orientasi ini bertujuan supaya tim pembina UKS/M kabupaten maupun petugas UKS mampu membina, mengembangkan, dan menggerakkan implementasi Trias UKS, serta para peserta memahami jenis-jenis dan tahapan dalam pelaksanaan kegiatan model sekolah/madrasah sehat”jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr.Ali Syofii memberikan arahan supaya UKS/M di Kabupaten Rembang lebih difungsikan dan dikembangkan lebih baik lagi.
“bagi pembina dan petugas UKS/M Puskesmas, agar UKS/M di Kabupaten Rembang lebih di fungsikan kembali dan dikembangkan lebih baik lagi, harapan saya minimal 1 Puskesmas mempunyai 1 model sekolah sehat diwilayahnya”ungkap beliau.
Selain hal tersebut, beliau juga menambahkan untuk para petugas UKS/M dalam melakukan penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala terhadap siswa/siswi disekolah/madrasah agar lebih mendalam lagi.
“dari sisi penjaringan maupun pemeriksaan secara berkala para petugas UKS saya minta supaya dilakukan lebih detail, jadi tidak hanya pemeriksaan antropometri (pengukuran tubuh) saja, kalau ditemukan masalah kesehatan di lingkungan sekolah untuk segera diintervensi sedini mungkin”imbunya dalam akhir sambutan.
Sedangkan Buang Maryuki, Amd selaku Narasumber dari Dinkes Prov Jateng, memberikan materi terkait dengan penguatan pelaksanaan UKS/M di tingkat dasar dan lanjutan serta pengembangan model sekolah sehat.
Di sela-sela paparan, para peserta diajak untuk melakukan senam peregangan supaya tetap fokus dan tetap bugar saat menerima materi yang diberikan.
Dilanjutkan Pujowati, SKM,M.PH memberikan materi tentang pelaksanaan gerakan literasi kesehatan di sekolah dan penanaman pendidikan ketrampilan hidup sehat.
Harapannya supaya kemampuan dan ketrampilan Tim Pembina maupun Petugas UKS/M lebih meningkat dan terkoordinasi Tim Pembina UKS Kabupaten menjadi lebih solid lagi sesuai tupoksi masing-masing sektor.
Selain itu kegiatan pembinaan kegiatan UKS lebih terintegrasi yang diwujudkan dalam bentuk model sekolah sehat dimana ditargetkan minimal ada satu model sekolah sehat di Kabupaten Rembang.
#SeksiePromkesdanPemberdayaanDinkesRbg

Penyuluhan Kesehatan Remaja di Sekolah Sangat Penting

Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Bidang Kesehatan Masyarakat gencar melaksanakan penyuluhan tentang kesehatan remaja bagi pelajar di Rembang.

Kegiatan penyuluhan kesehatan ini merupakan program Usaha Kesehatan Sekolah, berlangsung pada Kamis pagi (03/08/2017) di MTS Al Mannar Desa Menoro Kecamatan Kragan. Secara bergilir dan bertahap Tim pelaksana program UKS Dinkes Rembang telah melaksanakan penyuluhan kesehatan remaja pada empat Sekolah SMP/Sederajat, dan masih banyak sekolahan lain yang akan diberikan penyuluhan.

Tujuan kegiatan penyuluhan kesehatan bagi remaja adalah melakukan pembinaan dan memberikan pemahaman bagi pelajar tentang membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan rumahnya, serta penguatan mental guna menangkal bahaya pengaruh Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif (Napza), dan bahaya pengaruh pornografi.

Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai Narasumber Kabid Kesmas, dr. Nurani Her Utami, Kasie Promkes dan Pemberdayaan Sarwoko Mugiono, SKM beserta Pelaksana Program , diikuti Kepala Sekolah Al-Mannar, Petugas Promkes Puskesmas, para pelajar kelas 1,2, dan 3.

Dalam kegiatan masing-masing narasumber dari Dinkes Rembang menyampaikan materi yang berbeda-beda diantaranya Kabid Kesmas dr. Nurani Her Utami menjelaskan terkait kesehatan reproduksi remaja (HIV/AIDS,IMS), Kasie Promkes dan Pemberdayaan Sarwoko Mugiono,SKM menyampaikan materi tentang bahaya Napza bagi kesehatan, dan Pelaksana Program Kesehatan Remaja Rina Hendriastuti menyampaikan masalah UKS, Gaul sehat, dan Gizi seimbang bagi remaja.

Menurut WHO, Remaja memulai masa transisi dari anak-anak ke masa dewasa berkisar pada usia 10 tahun s.d 19 tahun. Dimana rasa keingin tahuannya sangat besar terhadap sesuatu hal, jika mendapatkan informasi kesehatan yang salah, maka akan berakibat buruk terhadap kesehatan dirinya. Sehingga sangat penting untuk dilakukan peningkatan edukasi masalah kesehatan bagi remaja.

Sementara itu, di sela-sela kegiatan penyuluhan, para pelajar serta para guru diajak senam peregangan selama kurang lebih 10 menit guna membiasakan beraktifitas fisik supaya tetap bugar dan produktif pada saat penyuluhan maupun kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Harapannya bagi seluruh remaja yang ada di Kabupaten Rembang, agar menjaga kesehatan dirinya dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), ketika dibullying oleh teman-teman di sekolah segera menemui guru, dan ketika ada permasalahan yang dihadapi sebaiknya bicarakanlah isi hati (curhat) kepada orang tua.

#SeksiePromkes_dan_Pemberdayaan_DinkesRbg

Pencanangan Kampanye MR di Kecamatan Bulu

Imunisasi Campak dan Rubella merupakan salah satu upaya pencegahan yang efektif guna mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Hal tersebut disampaikan Kabid P2P Aris Suryono, SKM ketika sambutan dalam acara pencanangan kampanye imunisasi campak dan rubella di Kota Rembang yang diselenggarakan oleh UPT Puskesmas Bulu bersama Plt Camat Bulu di SMP N 1 Bulu pada hari Rabu (02/08/2017) yang lalu.

Dalam pencanangan kampanye Campak dan Measleas Rubella dihadiri oleh Tim Supervisi Imunisasi MR dari Dinkes Rembang, Kepala Puskesmas Bulu beserta jajarannya, Plt.Camat Bulu beserta Muspika Kecamatan Bulu, serta Lintas Sektor terkait.

Pemberian Imunisasi MR ini sasarannya adalah anak usia 9 bulan sampai <15 tahun yang sangat mudah terkena paparan Virus congenital rubella syndrome (CRS), masyarakat dapat membawa semua anaknya ke pos pelayanan imunisasi terdekat, baik melalui sekolah, posyandu maupun di Puskesmas. Virus rubella pada wanita dewasa menimbulkan nyeri pada sendi sehingga menyebabkan gerakan tubuh menjadi sulit dan menyakitkan. Sedangkan pada wanita hamil terutama pada kehamilan trimester 1 dapat mengakibatkan keguguran atau kecacatan pada bayi, bahkan kematian pada janin yang dikandungnya. Pada tahun 2020 ditargetkan berhasil mencapai eliminasi campak dan rubella dengan campak dan rubella. Dengan cakupan lebih dari 95%. Sehingga perlu adanya kerjasama yang baik guna mensukseskan salah satu program nasional yaitu kampanye MR. Diharapkan masyarakat terutama masyarakat di Rembang dapat berperan aktif serta mendukung dalam rangka eliminasi campak dan rubella. #BidangP2PDinkesRbg

Pentingnya Pembinaan SBH Secara Berjenjang

Setiap tanggal 17 Juli diperingati hari ulang tahun Saka Bakti Husada. Peringatan HUT SBH tahun 2017 merupakan HUT yang ke 32. Tema peringatan HUT SBH di Kabupaten Rembang adalah menjadikan SBH sebagai pelopor Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Peringatan HUT SBH ditandai dengan pemotongan tumpeng dilakukan oleh Kak Supriyo Utomo selaku pimpinan SBH diterima Kak Mulyono selaku perwakilan dari kwarcab Rembang. Dengan disaksikan langsung oleh para peserta dari Kwarcab, petugas SBH Puskesmas dan anggota SBH di wilayah Puskesmas.

Dalam sambutan, Kak Nurani Her Utami selaku Wakil ketua Pimsaka SBH menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan SBH di Kabupaten Rembang.

“Perlunya pembinaan secara berjenjang bagi SBH sebagaimana yang telah dilakukan, namun diperlukan kerja keras dan cerdas untuk meningkatkan kualitas pengkaderan SBH agar lebih memberikan kontribusi bagi keluarganya, masyarakat, dan generasi muda pada umumnya”tuturnya.

“Selain hal tersebut, diperlukan adanya koordinasi dengan Kwaran / Kwarcab di Kabupaten Rembang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan” imbuhnya pada akhir sambutan.

Selesai kegiatan Workshop dan acara pemotongan tumpeng, berlanjut pada kegiatan bakti sosial dengan membagikan sembako kepada warga sebatang kara yang bertempat tinggal di Kelurahan Gegunung Kulon dan Desa Sumberjo Kecamatan Rembang.

Dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, kedepan diharapkan SBH bisa berkembang dan semakin solid. Selain itu, program kegiatannya lebih tertata dan terkoordinir lagi guna mendukung gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) khususnya di Kabupaten Rembang.

#SeksiePromkesdanPemberdyaanKesDinkesRbg

SBH di Rembang Harus Berkontribusi

Saka Bakti Husada (SBH) di Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang harus berkontribusi dan berjalan cepat jangan hanya jalan ditempat, dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan guna meningkatkan kesadaran bagi kawula muda akan pentingnya kualitas kesehatan bagi diri sendiri dan lingkungannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kak Supriyo Utomo Sebagai Pimpinan Saka Bakti Husada yang mewakili Kamabisaka ketika memberikan arahan pada kegiatan Workshop Saka Bakti Husada di Aula Labkesda yang dilaksanakan pada Senin pagi (17/07/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kwartir Ranting, petugas SBH dan Anggota SBH Puskesmas se Kabupaten Rembang, serta perwakilan Kwarcab Rembang Kak Mulyono atau biasa dipanggil “Kak Mung” yang sekaligus menjadi Narasumber pada kegiatan workshop.

Tujuan dilangsungkan workshop ini yaitu sharing pengalaman dan pengetahuan antar petugas SBH terkait dengan pelaksanaan kegiatan SBH dalam rangka peningkatan kualitas pembinaan dan pengembangan SBH di Kabupaten Rembang.

Sementara itu, Kak Mung selaku Narasumber memaparkan bagaimana sejarah atau eksistensi gerakan pramuka sampai boomingnya Saka Bakti Husada (SBH).

“Saka Bakti Husada merupakan salah satu Saka tertua di Gerakan Pramuka, namun saat ini eksistensinya cenderung kurang berkembang, salah satu penyebabnya yaitu kemajuan teknologi komunikasi yang menimbulkan rasa individualisme dikalangan generasi muda, dampaknya ketrampilan, minat, serta bakat untuk bergabung ke dalam organisasi atau kelompok mengalami penurunan termasuk pada SBH”terangnya.

Selanjutnya Kak Mung “Setuju dengan pendapat Kak Supriyo Utomo, agar SBH tidak jalan ditempat. Tren saat ini banyak sekali kawula muda yang kurang melakukan pergerakan tubuh atau aktifitas fisik dan pola makan yang tidak terjaga, kalau kita biarkan keadaan seperti ini akan mengkhawatirkan dan berdampak luas khususnya di Kabupaten Rembang”tutur Kak Mung.

Dalam hal tersebut, Kwarcab Rembang siap mendukung sepenuhnya kegiatan yang dilakukan petugas maupun anggota SBH di Puskesmas sesuai dengan kebijakan yang ditentukan dari Kamabisaka SBH”imbuhnya.

Oleh sebab itu diharapkan dengan adanya upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Saka Bakti Husada dapat berperan aktif dan berpartisipasi dengan memberikan contoh menjadi pelopor / teladan dalam beperilaku hidup bersih dan sehat pada kawula muda serta masyarakat di lingkungannya.

#SeksiePromkesdanPemberdyaanKesDinkesRbg

Puskesmas Rembang I Nominasi Puskesmas Berprestasi

Puskesmas Rembang I masuk lima besar tingkat provinsi puskesmas berprestasi yang akan bersaing dengan empat Puskesmas dari empat Kabupaten yaitu kabupaten Jepara, Kabupaten Kudus, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Sukoharjo untuk memperebutkan puskesmas berprestasi kategori wilayah Kabupaten Provinsi Jawa Tengah.

Penilaian Puskesmas Berprestasi merupakan sebuah upaya yang dilakukan guna menilai kegiatan hasil kinerja puskesmas, adanya inovasi yang dilakukan Puskesmas pada wilayah kerjanya dengan mengutamakan kegiatan upaya peningkatan peran serta masyarakat dan kegiatan promotif dan preventif.

Penilaian yang dilakukan oleh Tim Juri dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah berlangsung hari Selasa, (11/07/2017). Dalam sambutannya Kepala Puskesmas Rembang I dr. Sri Yuliyanti berterimakasih kepada tim juri dan berharap dengan adanya tim penilai dapat memberikan saran, kritikan, serta pembinaan untuk Puskesmas agar lebih baik lagi.

Sebelum dilakukan penilaian perwakilan tim juri Enny Widiastuti,SKM,M.Kes, menjelaskan beberapa poin yang akan dinilai diantaranya lingkup administrasi dan manajemen puskesmas, penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat (UKM), dan penyelenggaraan upaya kesehatan perorangan (UKP).

Disamping menjelaskan poin, beliau juga memberikan apresisasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang karena adanya Puskesmas berprestasi tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang dilakukan secara bertahap dan continue.

Sementara itu, dr. Teguh Panca (Kasie Yankes) Dinkes Rembang menerangkan bahwa salah satu tujuan dari penilaian Puskesmas berprestasi ini merupakan pemacu Puskesmas yang lain agar secara bertahap dapat meningkatkan kualitasnya baik di internal maupun di eksternal Puskesmas, sebab Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat dasar.

Setelah dilakukan pembinaan kepada petugas Puskesmas yang bersangkutan, tim juri memberikan penjelasan mengenai hasilnya. Bahwa masih perlunya adanya perbaikan terutama di dokumen Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) dan menyarankan agar Puskesmas dapat memanagemen SDM dan materialnya sesuai dengan Permenkes No.44 tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas.

Selain hal tersebut, disampaikan pula terkait dengan ruangan pemeriksaan yang seharusnya tidak boleh dipasang AC (Pendingin ruangan) karena beresiko adanya infeksi nosokomial. Sedangkan dari pihak BPJS Kesehatan Provinsi yang juga ikut dalam penilaian memberikan apresiasi positif dengan hadirnya fasilitas seperti taman refleksi dan berbagai fasilitas yang disediakan di dalam gedung cukup baik, namun disisi lain Puskesmas harus lebih meningkatkan homecare lebih digalakkan kembali.

Diharapkan dengan adanya evaluasi itu dan berbagai masukan serta kritikan Puskesmas bisa membuat inovasi-inovasi dan perencanaan yang baik dan jelas yang akan dikerjakan pada tahun berikutnya.