Penyakit kusta atau lebih dikenal dengan lepra merupakan penyakit yang disebabkan karena bakteri mycobacterium leprae. Penyakit kusta adalah penyakit menular menahun yang menyerang kulit, saraf tepi, organ tubuh lain atau sel-sel saraf. Kalau terlambat diobati, akan menyebabkan cacat tubuh, seperti jari membengkok, luka, atau bahkan putus, mata tidak menutup dan kaki melemah. Penyakit ini bukan disebabkan karena faktor keturunan, kutukan dan guna-gun, melainkan karena pola hidup yang tidak sehat.

Saat ini di Kabupaten Rembang jumlah kasus penyakit kusta yang telah ditemukan berdasarkan data yang dihimpun dari Seksie P2PM selama kurun waktu dua tahun terakhir menunjukkan penurunan. Pada tahun 2015 ditemukan 71 kasus, tahun 2016 turun menjadi 46 kasus, dan pada Bulan September tahun 2017 kasus penyakit kusta turun menjadi 39 kasus.

Dalam rangka mengeliminasi peyakit kusta di Kabupaten Rembang, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Seksie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) melangsungkan pertemuan Teknis Program Kusta.

“Sucipto,SKM pelaksana program TB & Kusta ketika memberikan arahan kepada petugas P2 Puskesmas”

Kepala Seksie P2PM dr.John mengatakan tujuan dilaksanakannya pertemuan ini yakni guna memberikan arahan dan strategi kepada petugas P2 Puskesmas dalam mengentaskan kasus penyakit kusta di Kabupaten Rembang pada tahun 2018.

“pada kesempatan pertemuan ini, kami tim dari kabupaten memberikan arahan serta menjelaskan bagaimana strategi yang tepat kepada petugas P2 Puskesmas sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan RI salah satunya dengan adanya format pelaporan Ceklist Ayo Temukan Bercak”jelasnya saat berbincang oleh tim Humas Dinkes Rembang di Meetingroom Fave Hotel Rembang pada Selasa (31/10/2017).

Format pelaporan Ceklist Ayo Temukan Bercak nantinya menyasar pada wilayah Puskesmas yang tersebar diberbagai kecamatan, terutama pada wilayah yang masih endemisitas kusta.

Sementara itu, Sucipto sebagai pelaksana program TB & Kusta di Seksie P2PM, berharap petugas P2 dimasing-masing Puskesmas diminta untuk lebih meningkatkan koordinasi antar lintas program dan lintas sektoral baik ditingkat kabupaten maupun kecamatan.

“saya berharap dengan lebih ditingkatkannya koordinasi antara lintas program dan lintas sektoral para petugas P2 lebih giat mencari penderita kusta dan melibatkan kader kesehatan desa untuk membantu menemukan penderita penyakit kusta”harapnya.

Tidak kalah penting juga untuk mencapai target eliminasi penyakit kusta di Kabupaten Rembang tahun 2018 harus ada dukungan kuat dari lingkungan masyarakat untuk melakukan deteksi dini dengan mengetahui tanda-tanda penyakit kusta. (HumasDinkesRbg)

There are no comments yet.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

%d blogger menyukai ini: