Bimtek SDMK di Puskesmas

Dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan diperlukan adanya Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang bermutu dan profesional sesuai dengan standarisasi maupun kompetensi yang dibutuhkan di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.

Oleh sebab itu, untuk mengetahui ketersediaan data SDMK dan sekaligus upaya melakukan pemetaan jumlah dan jenis tenaga secara merata pada masing-masing Puskesmas di Kabupaten Rembang, Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinkes Rembang melakukan bimtek di 17 Puskesmas se Kabupaten Rembang.

Kegiatan Bimtek dilakukan pada Selasa pagi (26/06) di dua Puskesmas yang berada di ujung timur Kabupaten Rembang, yakni  Puskesmas Sarang 1 dan Puskesmas Sarang 2.

“pada bimtek ini, tim kami ingin memantau secara langsung data sdmk untuk serta menginventarisasi masalah-masalah yang menjadi kendala petugas dalam pengumpulan data melalui aplikasi yang ada dan mengevaluasi kekurangan laporan yang harus dilaporkan sebagai dasar untuk pemetaan SDMK di Puskesmas”ungkap Kasie Sumber Daya Manusia Kesehatan Anggraini Lestari.

Sementara itu, bimtek dilakukan sebagai proses berkelanjutan guna mendapatkan informasi data SDMK di wilayah Kabupaten Rembang dan digunakan dasar perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang ada di setiap fasilitas layanan kesehatan. (HumasDinkesRbg)

Budayakan Germasif Untuk Tingkatkan ASI Eksklusif

Upaya promotif preventif dalam menurunkan angka kematian bayi (AKB) dan stunting akibat gizi buruk  salah satu cara termurah dan termudah yakni dengan memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi berumur nol bulan sampai 6 bulan.

ASI Eksklusif merupakan pemberian air susu ibu tanpa makanan dan minuman tambahan lainnya pada bayi berumur nol sampai 6 bulan. Menurut WHO Keseimbangan zat-zat gizi dan kandungan nutrisi pada air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan mencukupi untuk kebutuhan bayi baru lahir.

Oleh sebab itu, guna meningkatkan cakupan ASI Eksklusif yang ada di Kabupaten Rembang, Dinas Kesehatan Rembang akan memberikan piagam penghargaan kepada warga masyarakat Rembang khususnya bagi ibu-ibu berkomitmen untuk mendukung dan membudayakan Gerakan Masyarakat ASI Eksklusif (Germasif).

“bagi masyarakat rembang khususnya ibu-ibu yang berkomitmen untuk mendukung germasif ini kami akan memberikan piagam penghargaan (exclusive breastfeeding certificate) sebagai bentuk apresiasi karena telah membantu dan memberikan perhatiannya dalam upaya penurunan kasus stunting dan mencegah gizi buruk di Kabupaten Rembang”jelas Kadinkes Rembang dr. Ali Syofii saat ditemui oleh Tim Humas Dinkes di ruang kerjanya, Kamis (24/05).

Dalam pelaksanaannya tenaga kesehatan dan kader kesehatan desa melalui posyandu akan melakukan monitoring dan pada saat kunjungan antenatalcare (ANC). Kemudian dilakukan interview atau wawancara untuk memverifikasi ibu memberikan ASI Eksklusif, dan selanjutnya sesuai dengan penilaian dari tenaga kesehatan dinyatakan lulus atau tidaknya.

“kalau dinyatakan lulus ASI Eksklusif atau setelah 6 bulan bayi akan dikenalkan MPASI (Makanan Pendamping ASI), MPASI merupakan makanan padat yang diberikan untuk bayi, agar kelengkapan gizinya bisa terpenuhi, namun perlu diperhatikan tanda-tanda kesiapan bayi untuk menerima makanan padat seperti bisa mengendalikan lidah dengan baik, mulai bisa gerakan mengunyah, dan memiliki hobi memasukkan apapun ke dalam mulut”ungkap Imam Subekti selaku programmer Gizi Dinkes Rembang saat diwawancarai oleh Tim Humas Dinkes Rembang.

Untuk itu diharapkan bagi ibu-ibu yang ingin mengetahui seputar ASI Eksklusif dan berhasil memberikan ASI Eksklusif kepada buah hatinya selama umur nol sampai 6 bulan, serta mendapatkan piagam penghargaan bisa segera menghubungi puskesmas terdekat. (HumasDinkesRbg)

Peringati HLUN Tahun 2018 di Rembang, Dinkes Gelar Jambore Lansia Dengan Berbagai Perlombaan

Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang jatuh pada tanggal 29 Mei setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan Jambore Lansia Nasional dengan Tema “Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia”.

Jambore HLUN di Rembang

“Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia”

Jambore lansia berlangsung pada hari Sabtu pagi (12/05) bertempat di Fave Hotel Rembang. Kegiatan jambore lansia diikuti 170 peserta yang mana setiap puskesmas mengikutkan 10 lansia. Berbagai kegiatan seperti perlombaan dan sosialisasi pun digelar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr. Ali Syofii selaku Pembina kegiatan mengatakan maksud maupun tujuan dilaksanannya kegiatan jambore lansia .

“adanya kegiatan jambore ini sebagai ajang silaturahmi antar lansia, sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap lansia, menambah pengetahuan dan wawasan dalam rangka pencegahan penyakit pada lansia, serta sebagai upaya mewujudkan lansia tangguh dan sejahtera”katanya.

Jambore HLUN di Rembang

“Wabup Rembang Bayu Andriyanto, SE saat memberikan sambutan dihadapan para peserta yang terdiri dari banyak Lansia”

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, SE dan selaku Ketua Komda Lansia dalam, sambutannya menyampaikan terkait dengan kampanye kesehatan lansia pada periode Mei-Juni 2018 secara serentak.

“Sehubungan dengan hal lansia sehat, mandiri, diwujudkan dari keluarga sehat, maka saya harap Bapak dan Ibu semua dapat melakukan kampanye kesehatan lanjut usia pada periode Mei-Juni 2018 secara serentak, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS), sehingga dapat terwujud lansia yang sehat dan produktif”ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini harapannya bisa meningkatkan pengetahuan dan wawasan supaya menjadi Lansia yang tangguh, tetap sehat, dan aktif secara fisik, mental maupun sosial. (HumasDinkesRbg)

RS Bina Bhakti Husada Resmi Beroperasi, Ucapan Selamat pun Berdatangan

Rumah Sakit Bina Bhakti Husada pada Jum’at (11/05) telah resmi di buka dan siap beroperasi. Ucapan selamat dari berbagai pihak kepada Komisaris Utama Atna Tukiman dan segenap manajerial rumah sakit pun terus berdatangan.

Launching RS Bhina Bakti Husada

“segenap tamu undangan dan direksi saat menghadiri launching RS Bhina Bakti Husada Rembang”

Launching RS Bhina Bakti Husada

“sambutan Bupati Rembang H.Abdul Hafidz saat akan melaunching RS Bina Bhakti Husada”

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz turut mengucapkan selamat dan menyampaikan harapan atas diresmikannya RS Bina Bhakti Husada supaya bisa saling menyempurnakan kebutuhan pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Rembang.

 

“saya ucapkan selamat kepada Komisaris Utama dan segenap jajaran Rumah Sakit Bina Bhakti Husada yang telah resmi beroperasi, terus bersemangat dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan tulus ikhlas dan ramah, selain itu saya berharap agar bisa saling menyempurnakan kebutuhan pelayanan kesehatan yang ada di kabupaten Rembang ini”ujar Bupati.

Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr. Bambang Wibowo yang hadir dalam acara peresmian tersebut selain memberikan ucapan selamat, ia juga menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh pihak rumah sakit sebagai penyedia pelayanan kesehatan.

Launching RS Bhina Bakti Husada

“Dirjen Yankes Kemenkes RI dr. Bambang Wibowo saat memberikan arahan kepada segenap direksi RS Bina Bhakti Husada untuk melengkapi pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Rembang”

“hal yang perlu diperhatikan yakni berkaitan dengan kompetensi sumber daya yang harus ditingkatkan, melakukan kompromi masalah mutu pelayanan kesehatan, melayani secara konsisten dan memperhatikan hak pasien. Selain itu dengan adanya rumah sakit Bina Bhakti Husada harapannya bisa menjadi aset daerah”jelasnya.

Disamping itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr. Ali Syofii turut mengucapkan selamat atas peresmian RS Bina Bhakti Husada, selain itu ia menyampaikan hal terkait kerjasama dalam peningkatan kuantitas dan kualitas serta pihak rumah sakit juga dihimbau untuk segera bekerjasama dengan BPJS Kesehatan agar program JKN terlaksana dengan baik dan lancar.

Launching RS Bhina Bakti Husada

“Kadinkes Rembang dr,. Ali Syofii ketika keliling ruangan RS Bina Bhakti Husada bersama beberapa tamu undangan”

Secara simbolis peresmian dilakukan dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Rembang H. Abdul Hafidz dan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Bambang Wibowo dilanjutkan dengan berkeliling ruangan yang ada di Rumah Sakit Bina Bhakti Husada Rembang. (HumasDinkesRbg)

TP PKK Cabang Rembang Lakukan Penguatan Sistem Pelaporan Pokja IV

Dalam rangka penguatan sistem pelaporan Pokja IV TP PKK Cabang Rembang Tahun 2018, pada Rabu pagi (09/05) dilangsungkan pertemuan dengan TP.PKK Kecamatan dan TP.PKK Desa binaan se Kabupaten Rembang.

Pertemuan yang memiliki tujuan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan TP. PKK Kecamatan maupun TP.PKK Desa binaan dalam hal pelaporan Pokja IV itu berlangsung di Aula PKK Rembang dengan diikuti oleh 75 peserta

Ceramah Kesehatan PKK Rembang

“Anggota PKK sedang memperhatikan materi yang disampaikan oleh Narasumber”

Selain itu tujuan lain yakni memberikan pengetahuan tentang penyakit tuberculosis (TBC) pencegahan dan pengobatannya kepada masyarakat melalui Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta meningkatkan pemahaman dan publikasi dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKABA) serta stunting.

Pada kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Rembang Hj.Hasiroh Hafidz menyampaikan kepada peserta agar dalam pembuatan pelaporan kegiatan harus jelas dan sesuai dengan fakta yang ada, jangan sekedar omongan saja.

“dalam membuat pelaporan harus sesuai fakta yang ada, jangan hanya membuat ibu senang, harus ada bukti dan dokumentasi yang jelas, kalau tidak ada fakta atau bukti ya tidak akan dipercaya. Sehingga adanya pelaporan yang jelas dan sesuai fakta bisa dijadikan pimpinnan sebagai bahan evaluasi dan bahan perencaan kedepan”jelasnya.

Selain itu beliau juga menginstruksikan supaya TP PKK harus berperan aktif untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan kesehatan khususnya masalah penurunan AKI dan AKABA termasuk Imunisasi, Stunting, dan Tuberkulosis yang nantinya akan disampaikan oleh Narasumber.

Ceramah Kesehatan PKK Rembang

“Kadinkes Rembang dr. Ali Syofii memaparkan materi terkait dengan isu kesehatan Nasional di depan para anggota PKK”

Dalam kesempatan itu Kadinkes Rembang dr. Ali Syofii selaku Narasumber menyampaikan beberapa hal diantaranya upaya penurunan AKI, AKB, dan Stunting di Kabupaten Rembang, Prioritas Pembangunan Kesehatan sesuai RPJMN Kesehatan 2015-2019, Peran PKK pada sektor kesehatan dan Kader Posyandu, serta memberikan instruksi untuk mengaplikasikan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di masyarakat. (HumasDinkesRbg)

Puluhan Kader Kesehatan Desa ikuti Bimtek Kader Posbidu PTM

Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) merupakan suatu kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut faktor risiko PTM secara mandiri dan berkesinambungan.

“paparan materi Posbindu oleh Kasie P2PTM Dinkes Rembang Mushlihah SKM, MKes”

Dalam pelaksanaan Posbindu PTM dibutuhkan adanya kader atau tenaga desa yang terampil selain petugas kesehatan yang mendampingi pelaksanaan posbindu. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Seksie P2PTM menyelenggarakan kegiatan Bimtek Kader Posbindu PTM.

“pelatihan ini mempunyai tujuan supaya para peserta mengetahui tentang apa itu PTM, Faktor Resiko, dampak dan Pengendalian PTM. Selain itu kemampuan para peserta juga dilatih untuk melakukan pencatatan dan surveilans berbasis Web”terang Mushlihah saat melaporkan pelaksanaan kegiatan di ruang pertemuan Hotel New Merdeka Pati.

Dalam laporannya ia juga mengungkapkan bahwa “dalam pelatihan memiliki maksud untuk meningkatkan ketrampilan kader dalam melakukan konseling dan penyuluhan faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) serta upaya pengendalian PTM”ungkapnya kepada Tim Humas Dinkes Rembang.

Pelatihan yang dihadiri oleh 54 peserta tersebut berlangsung selama 3 hari (24-26/04). Para peserta terdiri dari pemegang program PTM Puskesmas, Kader Posbindu PTM (tiap Puskesmas diwakili 2 orang kader), dan lintas program Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.

“Kadinkes Rembang : setelah berlangsungnya kegaiatan ini, saya harap ada semacam buku juknis dan setiap desa harus memiliki minimal 1 posbindu”

Dalam arahan Kepala Dinas Kesehatan Rembang dr. Ali Syofii mengatakan bahwa selain berperilaku CERDIK salah satu tupoksi dari posbindu adalah menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang harus diaplikasikan dan diwujudkan dilingkungan masyarakat.

“selain harus berperilaku CERDIK dalam mencegah penyakit tidak menular, salah satu yang menjadi tupoksi dalam posbindu adalah menggalakkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), tentunya dengan berbagai macam kegiatan di dalamnya. Disamping itu peran masyarakat disini sangat dibutuhkan untuk mendukung germas, oleh karena itu melalui kader posbindu saya harap bisa diaplikasikan dan diwujudkan pada masyarakat di masing-masing desanya”jelas dr. Ali.

Adapun perilaku CERDIK yang dimaksudkan adalah Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Sementara itu fokus kegiatan Rembang adalah Germas MAKCES, yang meliputi Memberi ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan, Aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari, Konsumsi buah dan sayur setiap hari, Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Stop buang air besar sembarangan.(HumasDinkesRbg)

Verifikasi Puskesmas Kragan II Untuk Ikuti Lomba Puskesmas Berprestasi

Tim Verifikasi Puskesmas Berprestasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang kembali melakukan penilaian puskesmas berprestasi di Puskesmas Kragan II pada Hari Rabu (25/04).

“penilaian puskesmas berprestasi dilakukan untuk memberikan apresiasi terhadap kinerja puskesmas dan memacu kinerja sumber daya kesehatan untuk menciptakan inovasi baru dalam menunjang derajat kesehatan masyarakat”ujar dr. Teguh Panca (Kasie Pelayanan Kesehatan Dinkes Rembang) di Aula pertemuan Puskesmas Kragan II.

“para peserta dan tim verifikasi duduk bersama untuk memperhatikan paparan dari ketua sekaligus Ka Puskesmas”

Sebagai penyedia layanan kesehatan di tingkat dasar, Puskesmas di era sekarang ini dituntut untuk terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya dan mutu layanannya sesuai dengan standar pelayanan yang sudah ditetapkan.

“oleh karena itu, Puskesmas harus mampu memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat dan sumber daya kesehatan yang ada di Puskesmas peka dan responsif terhadap tuntutan pelayanan yang diharapkan oleh masyarakat”terang dr. Teguh Panca di akhir sambutannya.

Dalam proses penilaian yang dilakukan sebagian besar instrument sesuai dengan instrument penilaian akreditasi puskesmas. Dimana dalam penilaian dibagi menjadi tiga aspek, yakni Administrasi Manajemen (Admen), Unit Kesehatan Perorangan (UKP), dan Unit Kesehatan Masyarakat (UKM).

“pelaksanaan penilaian puskesmas akrediatasi yang terbagi di 3 aspek”

Sementara itu, dr. Intaningtyas Subawati selaku Kepala Puskesmas Kragan II yang ditemui oleh tim Humas Dinkes Rembang, berharap dengan adanya penilaian puskesmas berprestasi ini bisa menjadi sarana untuk koordinasi, sinkronisasi, dan koreksi terhadap kinerja di Puskesmas Kragan II.

“dr.Intaningtyas Subawati selaku Ka.Puskesmas Kragan II saat memaparkan profil Puskesmas serta harapan yang ingin dicapai saat penilaian”

“dengan adanya penilaian akreditasi puskesmas berprestasi ini, kami berharap memperoleh hasil yang maksimal, meskipun masih banyak kekurangan yang belum kami penuhi, dan kami juga mengucapkan terimakasih kepada tim verifikasi, karena dengan penilaian ini bisa menjadi sarana untuk koordinasi, sinkronisasi, dan koreksi terhadap kinerja kami di puskesmas kragan II”pungkas dr. Intan.(HumasDinkesRbg)

 

Tak Masuk Endemis Kusta, Dinkes Tetap Intensifkan Penemuan Kusta

Meskipun pada 2017 terdapat 64 kasus kusta, Kabupaten Rembang tidak masuk dalam wilayah endemis penyakit tersebut. Namun, pemkab Rembang tetap mendorong keterlibatan semua pihak untuk menurunkan jumlah penderita kusta.

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto mengungkapkan keprihatinannya terhadap para penderita kusta. Sebab, mayoritas dari mereka cenderung tidak percaya diri bahkan diasingkan dari lingkungan sekitarnya.

“Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, SE saat memberikan arahan pada kegiatan intensifikasi penemuan kusta dan eradikasi frambusia di Fave Hotel, Senin 23/04”

Oleh karena itu, perlu ada penanganan khusus bagi para penderita kusta. Tidak hanya Dinas Kesehatan, instansi lain juga harus bisa terlibat dalam penanganan dan pencegahan penyakit kusta.

”Dalam penanganan kasus kusta itu diperlukan jiwa sukarela dan kesadaran serta partisipasi masyarakat. Rangkul tim penggerak PKK untuk ikut mensosialisasikan dan mensukseskan penanganan serta pencegahan kusta,” jelasnya.

“dr. Elham saat menjelaskan target dan capaian kasus kusta yang ada di Provinsi Jawa Tengah”

dr. Elham, selaku Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan, Kabupaten Rembang tak masuk dalam wilayah endemis kusta. Meskipun pada 2017 ditemukan 604 kasus kusta di Kota Garam.

”Salah satu upaya kita itu eliminasi kasus kusta sampai titik terendah, angkanya 1 per 10.000 penduduk. Sedangkan untuk Kabupaten Rembang ini masih di atas 1 per 10.000 penduduk,” jelasnya.

Pemerintah juga menurunkan tim ke masyarakat. Selain untuk melakukan sosialisasi, memetakan masyarakat yang diduga terkena kusta.  Teknisnya, anggota tim yang berada di lapangan membabi membagikan formulir ke Setiap keluarga untuk pemeriksaan.

Apabila ada anggotanya yang menderita kusta bisa segera diketahui dan diobati.  Pihaknya berusaha memberi pemahaman pada masyarakat. Apabila ada kasus kasus atau gejala penyakit kusta, bisa segera dilaporkan. Karena dikhawatirkan kalau tidak segera diobati bisa menimbulkan penularan.

”Kabupaten Rembang selama ini cukup baik. Sehingga apabila ditemukan penderita secara aktif yang pertama nanti penularannya bisa dicegah. Itu juga berpengaruh pada penurunan angka kasus kusta,” pungkasnya. (HumasDinkesRbg)

Pengawasan Pangan di Alun-Alun Rembang, Petugas Beri Edukasi dan Peringatan Pada PKL

Belum lama ini Tim keamanan pangan dari Dinas Kesehatan Rembang pada Rabu sore (18/04) melakukan sidak makanan dan minuman ke sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Kota Rembang.

“Tim pengawasan pangan saat melakukan penyisiran dan mengecek produk yang dijual oleh Pedagang Kaki Lima di Alun-alun kota Rembang”

Kasie Farmalkes Dinkes Rembang Soesi Haryanti bersama 2 orang petugas dan didampingi oleh Ketua Paguyuban Jumadi turun langsung untuk menyisir warung-warung makan dan minuman yang berada di pinggiran jalan alun-alun Kota Rembang.

Dikonfirmasi oleh Tim Humas Dinkes Rembang Soesi menjelaskan sidak ini lebih ke pengawasan dan pemberian edukasi kepada pedagang  memberikan peringatan jika ada bahan olahan makanan atau minuman yang tidak layak untuk dikonsumsi.

“pada sidak ini kami bermaksud untuk melakukan pengawasan dan memberikan edukasi kepada para pedagang kaki lima, lantas kami juga membeli bahan makanan dan minuman yang dijual untuk dilakukan uji laboratorium. Kami pun juga  menekankan serta mengingatkan kepada PKL supaya bahan olahan yang dijual harus layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat”jelas Soesi.

Dari hasil penyisiran oleh petugas, masih dijumpai sejumlah pedagang menggunakan es batu balok yang dicampur dengan minuman. Selain itu ada beberapa makanan ringan seperti stik yang menyalahi aturan izin pangan industry rumah tangga.

“setelah kami lakukan penyisiran masih banyak kami jumpai pedagang yang menggunakan es batu balok, saat itu juga kami langsung memberikan peringatan supaya mengganti dengan es batu yang berasal dari sumber air terpercaya, biasanya es batu yang tidak layak disajikan dalam bentuk pecahan, sedangkan es batu yang baik memiliki bentuk seragam, Selain itu cemilan ringan seperti stik yang menyalahi aturan ijin edar, kita beli agar tidak dijual kembali”terang Soesi.

“pemberian edukasi kepada pedagang yang dilakukan oleh Kasie Farmalkes Dinkes Rembang Soesi Haryanti”

Diharapkan masyarakat sebagai konsumen yang cerdas lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih dan mengkonsumsi makanan ataupun campuran es batu yang digunakan oleh pedagang itu berasal dari air minum yang layak diminum atau tidak dan tentunya sudah melalui proses pemasakan yang baik.

Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Rembang Jumadi menyampaikan rasa terimakasih dan akan mendukung tim pengawasan pangan dari pihak Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang untuk melakukan pengawasan makanan dan minuman secara berkala.

“tentunya dengan adanya kegiatan seperti ini saya sangat salut dan berterimakasih kepada Pemkab Rembang khususnya tim Pengawasan pangan dari dinas Kesehatan yang secara langsung meninjau dan memberikan pengetahuan masalah makanan dan minuman yang sehat dan layak untuk dikonsumsi kepada para PKL, dan saya akan sangat mendukung jika kegiatan ini dilakukan secara terus menerus”ungkap Jumadi.

Kedepannya tim pengawasan pangan secara kontinyu akan terus melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap peredaran makanan dan minuman yang dijual oleh PKL di Alun-alun Kota Rembang. (HumasDinkesRbg)

Bersama Balkesmas Dinkes Rembang Sosialisasikan Masalah Kesehatan Prioritas

Dalam mengatasi masalah kesehatan prioritas yang terjadi di Kabupaten Rembang, Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Pati menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Masalah Kesehatan Prioritas di wilayah kerjanya.

Kasie Pelayanan Balkesmas Pati, Purwati S.Kep mengatakan Sosialisasi ini disesuaikan dengan masalah yang terjadi di masing-masing Kabupaten yang berada di wilayah kerja Balkesmas Pati, permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas dapat berupa target atau indikator masalah kesehatan yang masih tinggi.

“Purwati.S.Kep (Kasie Pelayanan Balkesmas) saat memberikan sambutan terkait dengan maksud kegiatan sosialisasi masalah kesehatan prioritas di Kabupaten Rembang”

“kegiatan Sosialisasi ini kita sesuaikan dengan masalah kesehatan yang ada pada masing-masing Kabupaten di wilayah kerja kami, seperti di Kabupaten Rembang ini misalnya, masih tingginya AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) termasuk juga kasus stuntingnya, jadi untuk kesehatan reproduksi remaja ini kita fokuskan di Kabupaten Rembang”jelas Purwati.

Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi di fasilitatori oleh Balkesmas Wilayah Pati dan berlangsung di Gedung Hijau Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang pada hari Rabu (18/04) yang dihadiri oleh 100 siswi SMP sederajat beserta guru pendamping dari 6 sekolah yang ada di Kabupaten Rembang.

Sementara itu, Bintarti (Kasie Kesga dan Gizi Dinkes Rembang) bersama 1 narasumber Imam Subekti dari Program Gizi menyampaikan materi terkait dengan penanganan masalah prioritas dalam rangka peningkatan kesehatan reproduksi remaja putri yang meliputi cara merawat organ reproduksi, anjuran umur menikah, mengenali gejala dan pencegahan anemia, prinsip hidup sehat remaja, penerapan konsumsi gizi seimbang, dan masa kehamilan.

“Bintarti (Kasie Kesga & Gizi Dinkes Rembang) saat memaparkan materi terkait dengan kesehatan reproduksi rematri”

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan para siswi (remaja putri) sebagai calon ibu mengerti tentang kesehatan reproduksi, nantinya mereka bisa menata kehidupannya mulai dari menjaga kesehatan organ reproduksi, mengetahui batasan anjuran usia menikah, dan menjaga asupan gizi seimbang.

Setelah pemberian materi selesai dipaparkan, Bintarti menyampaikan harapannya agar para peserta bisa membagikan dan mensosialisasikan kepada teman-temannya ataupun dilingkungannya mengenai meteri kesehatan reproduksi remaja putri, dan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kesehatan pada perempuan.

Sedangkan untuk para Guru pendamping diharapkan bisa mengingatkan dan memotivasi para siswinya yang ada di sekolah terutama dalam hal meminum tablet tambah darah dan memberikan edukasi kepada mereka menyangkut kesehatan reprosuksi dan anjuran untuk batas usia menikah.

“ saya berharap kepada para siswi yang nantinya akan menjadi calon Ibu  dapat memahami dan menjaga kesehatan tubuhnya, sehingga dapat mengurangi kasus AKI dan AKB di Kabupaten Rembang”pungkas Bintarti.

“para siswi saat meminum tablet tambah darah (TTD) secara mandiri”

Di sela-sela acara para Guru dan para siswi juga diajak senam peregangan untuk menambah semangat dalam mengikuti jalannya kegiatan.

“Para siswi saat melakukan senam peregangan dengan gerak badan yang sangat aktif”

Kemudian pada akhir kegiatan para Guru pendamping dan siswinya secara mandiri meminum tablet tambah darah (TTD) yang telah disediakan oleh panitia dan dilanjutkan dengan foto bersama dengan para Narasumber yang super semangat. (HumasDinkesRbg)