Masalah Kesehatan ibu, perinatal dan neonatal merupakan masalah nasional yang perlu mendapat prioritas utama karena sangat menentukan kualitas Sumber Daya manusia pada generasi mendatang. Di Kabupaten Rembang tahun 2016 tercatat 15 kasus kematian ibu dalam masa hamil, bersalin dan nifas.

Berbagai upaya telah dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang untuk dapat menekan angka tersebut, namun sampai bulan September 2017 tercatat 12 kasus kematian ibu yang tersebar di Wilayah Puskesmas Lasem, Sedan, Rembang 1, Sulang, Sarang 1, Rembang 2, Sumber, Kaliori, Bulu, dan Sluke.

Tingginya Kasus Kematian Ibu serta lambatnya penurunan angka tersebut menunjukkan bahwa pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sangat mendesak untuk ditingkatkan dari segi jangkauan maupun kualitas pelayanannya.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Seksi Kesehatan Keluarga (Kesga & Gizi) Bidang Kesehatan Masyarakat, belum lama ini mengadakan Audit Maternal Perinatal/Neonatal (AMP).

Kegiatan yang dihadiri Kepala Puskesmas/Dokter Puskesmas, Bidan Koordinator, Bidan Desa, dokter dan Bidan dari Rumah sakit Umum dan Swasta serta Klinik swasta di wilayah Kabupaten Rembang merupakan serangkaian kegiatan penelusuran sebab kematian atau kesakitan ibu, perinatal / neonatal guna mencegah kesakitan atau kematian serupa dimasa yang akan datang.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Fave Rembang tanggal 26 September 2017 hadir sebagai Narasumber sekaligus pimpinan audit dr. H. Agus Sunanto, SpOG dan juga Narasumber dari Spesialis Penyakit Dalam dr. Ardi, S.p.PD

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dalam hal ini diwakili oleh Kabid Kesehatan Masyarakat dr.Nurani Her Utami dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari AMP ini adalah untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan KIA di Kabupaten Rembang.

“dalam upaya peningkatan mutu pelayanan KIA di Kabupaten Rembang perlu adanya penerapan tata kelola klinik yang baik, melakukan identifikasi penyebab kematian dan mengkaji faktor-faktor penyebab kematian ibu dan perinatal/neonatal, pembelajaran dan pembinaan masing-masing pihak terkait dalam upaya mengatasi masalah yang ditemukan dalam pembahasan kasus serta memperoleh kesepakatan pemecahan masalah yang paling sesuai diterapkan di Kabupaten Rembang”terang dr.Nurani.

Melalui kegiatan ini diharapkan para pengelola program KIA baik di tingkat Puskesmas maupun Kabupaten dan para pemberi pelayanan di tingkat pelayanan dasar dan ditingkat pelayanan rujukan primer dapat menetapkan prioritas untuk mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi kematian ibu/maternal dan neonatal.

There are no comments yet.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

%d blogger menyukai ini: