Saka Bakti Husada (SBH) di Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang harus berkontribusi dan berjalan cepat jangan hanya jalan ditempat, dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan guna meningkatkan kesadaran bagi kawula muda akan pentingnya kualitas kesehatan bagi diri sendiri dan lingkungannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kak Supriyo Utomo Sebagai Pimpinan Saka Bakti Husada yang mewakili Kamabisaka ketika memberikan arahan pada kegiatan Workshop Saka Bakti Husada di Aula Labkesda yang dilaksanakan pada Senin pagi (17/07/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kwartir Ranting, petugas SBH dan Anggota SBH Puskesmas se Kabupaten Rembang, serta perwakilan Kwarcab Rembang Kak Mulyono atau biasa dipanggil “Kak Mung” yang sekaligus menjadi Narasumber pada kegiatan workshop.

Tujuan dilangsungkan workshop ini yaitu sharing pengalaman dan pengetahuan antar petugas SBH terkait dengan pelaksanaan kegiatan SBH dalam rangka peningkatan kualitas pembinaan dan pengembangan SBH di Kabupaten Rembang.

Sementara itu, Kak Mung selaku Narasumber memaparkan bagaimana sejarah atau eksistensi gerakan pramuka sampai boomingnya Saka Bakti Husada (SBH).

“Saka Bakti Husada merupakan salah satu Saka tertua di Gerakan Pramuka, namun saat ini eksistensinya cenderung kurang berkembang, salah satu penyebabnya yaitu kemajuan teknologi komunikasi yang menimbulkan rasa individualisme dikalangan generasi muda, dampaknya ketrampilan, minat, serta bakat untuk bergabung ke dalam organisasi atau kelompok mengalami penurunan termasuk pada SBH”terangnya.

Selanjutnya Kak Mung “Setuju dengan pendapat Kak Supriyo Utomo, agar SBH tidak jalan ditempat. Tren saat ini banyak sekali kawula muda yang kurang melakukan pergerakan tubuh atau aktifitas fisik dan pola makan yang tidak terjaga, kalau kita biarkan keadaan seperti ini akan mengkhawatirkan dan berdampak luas khususnya di Kabupaten Rembang”tutur Kak Mung.

Dalam hal tersebut, Kwarcab Rembang siap mendukung sepenuhnya kegiatan yang dilakukan petugas maupun anggota SBH di Puskesmas sesuai dengan kebijakan yang ditentukan dari Kamabisaka SBH”imbuhnya.

Oleh sebab itu diharapkan dengan adanya upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Saka Bakti Husada dapat berperan aktif dan berpartisipasi dengan memberikan contoh menjadi pelopor / teladan dalam beperilaku hidup bersih dan sehat pada kawula muda serta masyarakat di lingkungannya.

#SeksiePromkesdanPemberdyaanKesDinkesRbg

There are no comments yet.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

%d blogger menyukai ini: