Sejak dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Rembang bahwa Kabupaten Rembang menjadi Kabupaten ODF (Open Defacation Free) Tahun 2017, Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang bersama lintas sektor terkait, gencar melakukan verifikasi pada 101 Desa yang belum dinyatakan sebagai Desa ODF (Open Defacation Free).

Pada Selasa pagi (26/09/2017), giliran kampung nelayan wilayah Kecamatan Sarang diverifikasi oleh Tim ODF dari Kabupaten. Ada dua desa yang diverifikasi yakni Bajingmeduro dan Sarangmeduro.

Tim verifikasi dari Dinkes Rembang yang dikoordinatori oleh Intra Udi Astuti,SKM, mengaku ingin mengetahui secara langsung kondisi lingkungan yang ada dibibir pantai serta masalah warga desa setempat yang masih buang air besar sembarangan.

“kami bersama tim melakukan verifikasi atau penilaian bukan memberikan bantuan berupa jambanisasi atau bantuan lainnya, selain itu kami juga mendatangi langsung rumah warga untuk memberikan arahan dan mengedukasi masyarakat supaya tidak buang air besar sembarangan di pantai karena dapat memicu penyebaran penyakit dan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan”jelas Intra.

Sementara itu, di Desa Bajingmeduro dari hasil sampling ditemukan 9 Kepala keluarga (KK) yang masih buang air besar sembarangan (BABS), Sedangkan untuk Desa Sarangmeduro terdapat 54 Kepala Keluarga yang juga masih BABS. Tidak hanya itu, masih banyaknya sampah berserakan dan pampers isi tinja yang langsung dibuang dipinggir pantai.

Salah satu warga Bajingmeduro, bernama Khodim (42) mengaku kalau dulunya dia bersama keluarga masih BABS dipinggir pantai, namun sejak adanya kesadaran dan kemauan untuk merubah perilaku hidupnya sehingga sekarang dapat membangun sendiri jamban dirumahnya.

“dulu saya memang sering BAB di pinggir pantai mas, bahkan kalau saya disuruh BAB di jamban saudara itu sulit keluar, akhirnya saya pun sadar dan timbul rasa malu kalau perilaku tersebut tidak baik dan tidak sehat karena dapat merusak lingkungan, sehingga saya dan keluarga berusaha untuk membuat jamban didalam rumah dan memaksa diri sendiri untuk tidak BAB dipinggir pantai lagi”Pengakuan Kastari kepada Tim Humas Dinkes Rembang.

Diakhir kegiatan verifikasi dilakukan penggalangan komitmen oleh Tim penilai dari Kabupaten kepada Kepala Desa setempat untuk mengatasi atau menuntaskan jambanisasi yang ada di desanya.

There are no comments yet.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

%d blogger menyukai ini: