Hilangkan stigma negatif terhadap ODHA

Lebih dalam sosialisasi HIV/AIDS yang dilangsungkan di Desa Woro pada Rabu, 15/09/2017, timbul berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh warga, salah satu pertanyaannya mengenai bagaimana cara penularan virus HIV/AIDS tersebut.

Dijawab oleh dr.John, “penularannya bisa melalui transfusi darah, dari ibu kepada bayi (saat hamil, melahirkan, atau ketika menyusui), cairan pada vagina, berbagi suntikan terutama bagi para panasun (pengguna narkotika suntik), cairan sperma, dan melakukan hubungan seks yang beresiko”jawabnya.

Ditegaskan olehnya, “virus HIV/AIDS tidak menular karena air ludah, bersin, gigitan binatang seperti nyamuk, ciuman, bergantian peralatan makan, penggunaan toilet bersama, bergantian pakaian, dan berjabat tangan”tegas dr.John.

Pada sosialisasi mengenai masalah HIV/AIDS itu, juga dihadirkan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) sebagai testimoni atau memberikan kesaksian mengenai riwayat dirinya pertama kali kalau mengidap virus HIV/AIDS sampai bisa bertahan hingga sekarang.

Sedangkan Kabid P2P Aris Suryono, SKM, MKes, menambahkan bahwa ODHA tidak boleh dikucilkan ataupun diintimidasi, karena ODHA juga butuh dukungan untuk kelangsungan hidupnya.

“mereka kebanyakan korban dari suaminya, jangan langsung menuduh kalau ODHA semuanya berperilaku menyimpang”pungkasnya.

Aris Suryono, SKM, MKes, juga berharap supaya masyarakat secara sukarela untuk melakukan tes HIV/AIDS pada klinik VCT yang telah tersedia di Puskesmas.

#HumasDinkesRbg
Humas Setda Rembang

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *