Author: Redaksi

Annual Marathon

The marathon is a long-distance running event with an official distance of 42.195 kilometres (26 miles and 385 yards), usually run as a road race. The event was instituted in commemoration of the fabled run of the Greek soldier Pheidippides, a messenger from the Battle of Marathon to Athens.

The marathon was one of the original modern Olympic events in 1896, though the distance did not become standardized until 1921. More than 500 marathons are held throughout the world each year, with the vast majority of competitors being recreational athletes as larger marathons can have tens of thousands of participants.

GERMAS Harus Dikeroyok Bersama

Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) merupakan salah satu rangkaian program strategis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam mewujudkan keberhasilan implementasi GERMAS diperlukan peran seluruh lintas sektor.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Ditjen Kesmas dan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng terjun langsung melakukan Audiensi Gerakan Masyarakat di Kabupaten Rembang. Audiensi ini dilangsungkan di Ruang Rapat Bupati Rembang pada Jum’at pagi (15/09/2017).

Hadir dalam audiensi Anggota DPR RI H.Imam Suroso,S.Sos,SH,MM, Ditjen Kesmas Kemkes RI Gatot Tasripin, SKM,MKM, beserta jajarannya, Bupati Rembang H.Abdul Hafidz, dan Kadinkes Rembang dr.Ali Syofii beserta jajarannya.

Acara audiensi diawali penjelasan dari Kadinkes Rembang dr. Ali Syofii mengenai tujuan Ditjen Kesmas dari Kemkes RI melakukan audiensi pada Pemerintah Kabupaten Rembang.

“maksud dan tujuan audiensi yang dilakukan oleh Bapak Gatot Tasripin beserta jajarannya yaitu mengetahui sejauh mana komitmen dan perkembangan di Kabupaten Rembang dalam pelaksanaan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) sesuai dengan Instruksi Presiden No.1 Tahun 2017”jelas beliau.

Dilanjutkan oleh Gatot Tasripin,SKM,MKM, bahwa saat ini permasalahan kesehatan banyak diakibatkan dari pola hidup masyarakat yang kurang sehat.

“memang saat ini dengan kemajuan teknologi dan lain-lain, orang cenderung maunya diam, lebih kebanyakan duduk, kemana-mana enak naik motor dan lain-lain, aktifitas fisiknya pun cenderung berkurang, jadi semakin orang kurang beraktifitas fisik maka kedepan penyakitnya sudah mulai menumpuk”terangnya.

Kemudian selain aktifitas fisik, masyarakat didorong untuk memanfaatkan tanah pekarangan kebunnya untuk menanam sayur-sayuran dan buah paling tidak untuk konsumsi sendiri.

“Tentunya dengan menanam sayur dan buah di pekarangan kebunnya diharapkan konsumsi masyarakat terhadap sayur dan buah lebih meningkat, karena beberapa penyakit seperti stroke, diabetes, jantung bisa diakibatkan karena kurangnya konsumsi sayur dan buah”lanjutnya.

Terkait dengan hal itu Bupati Rembang H.Abdul Hafidz menanggapi perkembangan yang telah dilakukan dalam mendukung gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) di Kabupaten Rembang.

“kami sudah banyak berbuat untuk meningkatkan kualitas kesehatan terutama dalam mendukung gerakan masyarakat hidup sehat, diantaranya melalui olahraga bersama, sosialisasi mengenai kesehatan, penanaman pohon, himbauan untuk menanam sayur-sayuran dan buah-buahan di pekarangan rumah apalagi untuk meningkatkan perekonomian dan kesehatan warga”jelasnya.

Sedangkan untuk masalah sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) salah satunya yakni di Kabupaten Rembang sudah dicanangkan supaya Stop Buang Air Besar Sembarangan tahun 2017.

“kita sudah juga sudah melakukan upaya untuk memperbaiki masalah sanitasi yang ada di Kabupaten Rembang, bahkan sudah saya canangkan Tahun 2017 kabupaten Rembang bebas dari stop buang besar sembarangan (ODF)”tutur Bupati.

Lebih daripada itu, Pemkab Rembang sedang menyusun Perbup tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) baik di sekolah-sekolah, dikantor-kantor, dan tempat-tempat umum lainnya. Targetnya Perbup selesai pada tahun ini.

Bupati Rembang H.Abdul Hafidz juga memberikan statement bahwa kesehatan itu mahal harganya, maka kesehatan diri kita sendiri harus dijaga dengan sebaik mungkin.

“memang yang namanya sehat ini mahal, jadi kita semua harus bisa mencegah daripada mengobati, kalau Negara yang sehat rakyatnya pun harus sehat, jadi kompak dan tidak bisa terpisahkan. Tidak ada artinya kalau kita memiliki harta yang berlimpah tetapi kalau tidak sehat kan percuma”pungkasnya diakhir sambutan.

Sedangkan di sisi lain H.Imam Suroso, S.Sos,SH,MM Anggota DPR RI Komisi IX, memberikan dukungan dengan membantu problem yang menjadi kendala dalam mendukung GERMAS dan berbagai masalah yang ada di bidang kesehatan. Baik itu dalam hal penganggaran melalui APBN untuk membantu APBD Kabupaten serta mengawal pelaksanaan gerakan masyarakat hidup sehat di Kabupaten Rembang.

Di akhir acara audiensi semua unit kerja berkomitmen untuk mendukung dan melaksanakan Germas, Secara simbolis, mereka bersepakat dan menandatangani bersama pada banner bertuliskan Penggalangan Komitmen Germas, Satu Tekad Wujudkan Rembang Sehat.

#HumasDinkesRbg
Humas Setda Rembang

Hilangkan stigma negatif terhadap ODHA

Lebih dalam sosialisasi HIV/AIDS yang dilangsungkan di Desa Woro pada Rabu, 15/09/2017, timbul berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh warga, salah satu pertanyaannya mengenai bagaimana cara penularan virus HIV/AIDS tersebut.

Dijawab oleh dr.John, “penularannya bisa melalui transfusi darah, dari ibu kepada bayi (saat hamil, melahirkan, atau ketika menyusui), cairan pada vagina, berbagi suntikan terutama bagi para panasun (pengguna narkotika suntik), cairan sperma, dan melakukan hubungan seks yang beresiko”jawabnya.

Ditegaskan olehnya, “virus HIV/AIDS tidak menular karena air ludah, bersin, gigitan binatang seperti nyamuk, ciuman, bergantian peralatan makan, penggunaan toilet bersama, bergantian pakaian, dan berjabat tangan”tegas dr.John.

Pada sosialisasi mengenai masalah HIV/AIDS itu, juga dihadirkan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) sebagai testimoni atau memberikan kesaksian mengenai riwayat dirinya pertama kali kalau mengidap virus HIV/AIDS sampai bisa bertahan hingga sekarang.

Sedangkan Kabid P2P Aris Suryono, SKM, MKes, menambahkan bahwa ODHA tidak boleh dikucilkan ataupun diintimidasi, karena ODHA juga butuh dukungan untuk kelangsungan hidupnya.

“mereka kebanyakan korban dari suaminya, jangan langsung menuduh kalau ODHA semuanya berperilaku menyimpang”pungkasnya.

Aris Suryono, SKM, MKes, juga berharap supaya masyarakat secara sukarela untuk melakukan tes HIV/AIDS pada klinik VCT yang telah tersedia di Puskesmas.

#HumasDinkesRbg
Humas Setda Rembang