Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) merupakan suatu kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut faktor risiko PTM secara mandiri dan berkesinambungan.

“paparan materi Posbindu oleh Kasie P2PTM Dinkes Rembang Mushlihah SKM, MKes”

Dalam pelaksanaan Posbindu PTM dibutuhkan adanya kader atau tenaga desa yang terampil selain petugas kesehatan yang mendampingi pelaksanaan posbindu. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Seksie P2PTM menyelenggarakan kegiatan Bimtek Kader Posbindu PTM.

“pelatihan ini mempunyai tujuan supaya para peserta mengetahui tentang apa itu PTM, Faktor Resiko, dampak dan Pengendalian PTM. Selain itu kemampuan para peserta juga dilatih untuk melakukan pencatatan dan surveilans berbasis Web”terang Mushlihah saat melaporkan pelaksanaan kegiatan di ruang pertemuan Hotel New Merdeka Pati.

Dalam laporannya ia juga mengungkapkan bahwa “dalam pelatihan memiliki maksud untuk meningkatkan ketrampilan kader dalam melakukan konseling dan penyuluhan faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) serta upaya pengendalian PTM”ungkapnya kepada Tim Humas Dinkes Rembang.

Pelatihan yang dihadiri oleh 54 peserta tersebut berlangsung selama 3 hari (24-26/04). Para peserta terdiri dari pemegang program PTM Puskesmas, Kader Posbindu PTM (tiap Puskesmas diwakili 2 orang kader), dan lintas program Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.

“Kadinkes Rembang : setelah berlangsungnya kegaiatan ini, saya harap ada semacam buku juknis dan setiap desa harus memiliki minimal 1 posbindu”

Dalam arahan Kepala Dinas Kesehatan Rembang dr. Ali Syofii mengatakan bahwa selain berperilaku CERDIK salah satu tupoksi dari posbindu adalah menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang harus diaplikasikan dan diwujudkan dilingkungan masyarakat.

“selain harus berperilaku CERDIK dalam mencegah penyakit tidak menular, salah satu yang menjadi tupoksi dalam posbindu adalah menggalakkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), tentunya dengan berbagai macam kegiatan di dalamnya. Disamping itu peran masyarakat disini sangat dibutuhkan untuk mendukung germas, oleh karena itu melalui kader posbindu saya harap bisa diaplikasikan dan diwujudkan pada masyarakat di masing-masing desanya”jelas dr. Ali.

Adapun perilaku CERDIK yang dimaksudkan adalah Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Sementara itu fokus kegiatan Rembang adalah Germas MAKCES, yang meliputi Memberi ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan, Aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari, Konsumsi buah dan sayur setiap hari, Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Stop buang air besar sembarangan.(HumasDinkesRbg)

There are no comments yet.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

%d blogger menyukai ini: