Tag: #MelayaniSetulusHati

Puskesmas Sluke Bersiap Hadapi Re-akreditasi

Tidak terasa 3 tahun sudah Puskesmas Sluke telah menyandang status akreditasi dasar oleh komisi akreditasi puskesmas pada tahun 2015. berdasarkan Permenkes Nomor 46 Tahun 2015 puskesmas wajib untuk diakreditasi secara berkala minimal 3 tahun sekali.Dalam rangka mempersiapkan Puskesmas Sluke menghadapi re-akreditasi …

Read More

Puskesmas Lasem Gelar Talk Show Seputar JKN

Sebagai tindaklanjut dari hasil pendataan keluarga sehat dalam bidang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Puskesmas Lasem bersama BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan menggelar Talk Show dan sosialisasi seputar JKN pada Kamis (13/09) pagi di gedung balai Desa Soditan, Kecamatan Lasem.Kepala Puskesmas Lasem dr. Arif Rahman Hakim saat ..

Read More

Keliling 29 SD Anjurkan PHBS dan Higienitas

Pada awal bulan Agustus sampai Bulan September Petugas UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) Puskesmas Sale melaksanakan kunjungan di 29 Sekolah Dasar yang ada di wilayah kerja Puskesmas. Dari hasil kunjungan yang berfokus pada pembinaan PHBS dan Inspeksi Kantin Sekolah itu didapatkan jajanan yang kurang sehat salah satunya makanan instan.Kendati demikian dalam kunjungannya …

Read More

Tekan AKI dan AKB dengan Sehat Sejoli

Pada beberapa bulan yang lalu tepatnya bulan Februari 2018, Puskesmas Bulu telah meluncurkan program baru yakni Kelas Catin (Calon Pengantin) Sehat Sejoli atau Semangat, Edukatif, Jujur, Lugas, dan Inovatif. Program ini ditujukan sebagai salah satu upaya untuk menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi utamanya di wiliyah kerja Puskesmas Bulu.Kelas Catin Sehat Sejoli memberikan layanan …

Read More

Ayah ASI Puskesmas Sarang 1 Siap Beraksi

Ada yang berbeda dalam  kegiatan rutin  kelas ibu hamil di desa  Sarangmeduro kecamatan Sarang pada Kamis lalu (13/09). Acara yang biasanya di penuhi peserta kaum ibu , tetapi dalam kegiatan tersebut justru dihadiri oleh kaum adam yang tergabung dalam Ayah ASI . Kehadiran mereka mereka tak lain untuk memotivasi tentang peran ayah  dalam mendukung keberhasilan  ibu dalam memberikan asi eklusif.“Ayo kita sama sama mendukung pemberian ASI sampai dua tahun…

Read More

BIAS Puskesmas Rembang 1 Sasar Seribu Anak SD

Dalam mendukung program Imunisasi BIAS Campak, Puskesmas Rembang 1 melaksanakan imunisasi dengan sasaran 984 lebih siswa-siswi kelas 1 dari 29 SD/SLB yang ada diwilyah kerja Puskesmas Rembang 1.Sebelum imunisasi berlangsung, beberapa waktu yang lalu Puskesmas Rembang 1 telah melakukan sosialisasi Imunisasi Campak kepada guru UKS di Aula Puskesmas. Kegiatan imunisasi campak dimulai sejak Selasa (04/09) lalu.

Read More

Senam Pusaka Untuk Lansia Lebih Aktif dan Sehat

Sorak “Pusaka Sehat” menggema ramaikan senam lansia yang digelar dihalaman Puskesmas Kragan 1 pada Rabu pagi (05/09). Turut dalam senam tersebut Kepala Puskesmas Kragan 1 dr. Tusnendi yang berkali-kali bersorak menyemangati para peserta yang sudah lanjut usia supaya tetap sehat dan aktif.

Para peserta sangat antusias terlihat dari beberapa gerakan yang mungkin agak susah ditirukan. Namun para lansia tetap aktif menirukan gerakan instruktur senam. Sementara selama kurun waktu 4 tahun senam lansia di Puskesmas Kragan 1 menyabet gelar juara.

Diantaranya gelar juara III pada tahun 2016 dari Dinas Pendidikan dan Juara II tahun 2018 lomba lansia tingkat kabupaten Rembang. Senam lansia di Puskesmas Kragan 1 merupakan kegiatan rutin tiap Rabu dan Sabtu pagi yang diikuti lebih dari 50 peserta.

Untuk mengikuti kegiatan senam di Puskesmas Kragan 1 tidak ada pungutan biaya, karena merupakan program kegiatan yang dibiayai dari dana BOK (Biaya Operasional Kegiatan). Namun bagi para peserta diharapkan membawa kartu BPJS yang nantinya digunakan untuk pendataan kontak sehat kepesertaan BPJS di Puskesmas Kragan 1.

Disamping adanya senam lansia, dari tenaga kesehatan Puskesmas Kragan 1 secara gratis melakukan pemeriksaan tekanan darah bagi para peserta sebelum senam berlangsung. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan mampu mengurangi resiko tekanan darah tinggi atau rendah dan berbagai penyakit yang membahayakan tubuh.

Kepala Puskesmas dr. Tusnendi menghimbau supaya kegiatan rutin senam lansia dipertahankan dan terus ditingkatkan dengan berbagai kombinasi sebagai salah satu upaya memberikan ruang gerak lansia agar menjadi lebih aktif dan sehat.

“kami berharap kepada para peserta bisa mengajak keluarga dan teman-teman lansia lainnya yang ada disekitar rumah untuk mengikuti senam pusaka. Karena senam merupakan salah satu kegiatan yang mendukung gerakan masyarakat hidup sehat (germas) yakni melakukan aktifitas fisik (olahraga) secara teratur dan terukur”ungkapnya.

Sementara Endang, selaku instruktur senam mengutarakan sangat semangat dan bergembira atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Puskesmas Kragan 1 kepadanya untuk memimpin  jalannya senam lansia.(Puskesmas Kragan 1 for HumasDinkesRbg)

Dinkes Sosialisasikan Penghitungan IKS

Sebagai tindaklanjut dari hasil pengumpulan data yang telah dilakukan oleh Tim KS (Keluarga Sehat) saat kunjungan rumah di masing-masing-masing wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Rembang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Seksie Yankes (Pelayanan Kesehatan) menggelar Sosialisasi Penghitungan Indeks Keluarga Sehat (IKS) di Fave Hotel Rembang pada Selasa pagi (04/09).

Kegiatan Sosialisasi Penghitungan IKS diikuti 65 peserta yang terdiri dari pemegang program beserta tim PIS-PK di 17 Puskesmas. Dalam pelaksanaan kegiatan Seksie Yankes sebagai leading sektor mengundang Satu Narasumber dari Internal Dinas Kesehatan Rembang untuk memaparkan teori dan praktek cara menghitung IKS.

Sekretaris Dinas Kesehatan Drs. Supriyo Utomo yang didampingi oleh Kasie Yankes dr. Teguh Panca memberikan arahan kepada para peserta untuk meremajakan (updated) data keluarga yang telah dihimpun atau disimpan dalam pangkalan data (database) secara berkesinambungan.

“sesuai dengan juknis penguatan manajemen puskesmas dengan pendekatan keluarga dari Kemenkes RI, data-data yang telah dihimpun oleh para petugas di puskesmas untuk selanjutnya diremajakan (updated) sesuai dengan perubahan yang terjadi di tiap keluarga yang dijumpai saat melakukan kunjungan rumah”jelas Supriyo sesaat sebelum membuka kegiatan sosialisasi.

Perubahan yang dimaksudkan dalam hal tersebut yakni adanya kelahiran bayi, telah berubahnya tumbuh kembang bayi menjadi balita, telah diberikannya imunisasi dasar lengkap pada bayi, dan lain sebagaianya.

Dilanjutkan oleh Rohimah selaku narasumber dan dibantu tim teknis dari internal Dinas Kesehatan yang telah dilatih menjelaskan terkait mekanisme pengolahan dan analisis data sehingga keluar hasil Indeks Keluarga Sehat (IKS) sesuai dengan kaidah-kaidah pengolahan data yang telah ditentukan.

“dalam kaidah pengolahan data ada beberapa yang harus dihitung, mulai dari rerata, moda, cakupan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Data keluarga disini dihitung untuk mengetahui nilai IKS di masing-masing keluarga, IKS tingkat RT/RW/Kelurahan/Desa dan cakupan tiap indikator keluarga sehat dalam lingkup RT RT/ RW/ Kelurahan atau Desa, serta IKS tingkat kecamatan dan cakupan tiap indikator dalam lingkup kecamatan”jelas Rohimah saat memberikan materi.

Dari hasil perhitungan IKS tersebut, adapun kategori kesehatan keluarga yang mengacu pada nilai indeks yang telah ditentukan. Diantaranya nilai indeks lebih dari 0,800 dikategorikan “keluarga sehat”, nilai indeks 0,500-0,800 dikategorikan “pra sehat”, dan nilai indeks kurang dari 0,500 dikategorikan “tidak sehat”.

“dari nilai indeks sebagai acuan untuk menentukan kategori kesehatan keluarga, bilamana indeks kurang dari 0,800 akan dilakukan intervensi atas permasalahan kesehatan ditingkat keluarga. Sehingga keluarga bisa mencapai nilai indeks dengan kategori sehat”jelas dr. Teguh Panca seusai menyampaikan materi kepada para peserta.

Disamping diberikan materi, para peserta juga diajarkan untuk mempraktekkan penghitungan nilai IKS dengan menggunakan sistem aplikasi yang telah dibuat dengan rumus yang sudah ditentukan dalam juknis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.(HumasDinkesRbg)