Puskesmas sebagai sarana kesehatan pada tingkat dasar memiliki peranan yang sangat penting guna meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat. Selain upaya kuratif dan rehabilitatif yang ada di puskesmas diperlukan adanya peningkatan pada upaya promotif dan preventif.

Dalam proses pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk dapat mengenali masalah kesehatan, mencegah dan menanggulangi, diperlukan adanya promosi kesehatan (promkes) sebagai salah satu upaya yang wajib ada di puskesmas dan menjadi tanggungjawab bersama baik dari petugas puskesmas, pengungjung, serta masyarakat itu sendiri.

Kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan kesehatan yang dilaksanakan oleh petugas promkes puskesmas di kabupaten Rembang belum seluruhnya optimal, oleh sebab itu Dinkes Rembang melalui Seksie Promkes dan Pemberdayaan melakukan monitoring dan evaluasi ke puskesmas pada Senin pagi (10/07) di Puskesmas Kaliori dan Sumber.

Maksud dari kegiatan monev ini adalah mengidentifikasi hambatan dan kendala apa saja yang menjadi permasalahan pelaksanaan program, disamping itu untuk membantu perencanaan strategi program yang akan dilaksanakan dimasa mendatang.

“secara bergilir monev ini akan dilaksanakan diseluruh Puskesmas di Rembang, dan secara bertahap pencatatan dan pelaporan akan kami bimbing, sementara itu dilakukan monev secara bergilir supaya dapat memperoleh gambaran analisa hasil pelaksanaan dan hasil capaian program promkes yang berdasar pada indikator di masing-masing puskesmas”ungkap Sarwoko Mugiono, SKM Kasie Promkes dan Pemberdayaan Kesehatan ketika memberikan sambutan pada kegiatan.

Beberapa diantara indikator program promosi kesehatan di masing-masing Puskesmas meliputi pemberdayaan kepada masyarakat bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pengembangan usaha kesehatan berbasis masyarakat (UKBM), desa sehat, Saka Bhakti Husada (SBH), Batra, dan sebagainya.

“harapan kami dari Tim monev Dinkes Rembang masing-masing petugas promkes di Puskesmas dapat memberikan pelayanan berupa penyebaran informasi kesehatan, mencegah penyakit secara promotif preventif dalam arti mencegah sebelum mengobati, supaya masyarakat secara optimal dapat menelaah informasi kesehatan dengan baik dan tidak ada rasa tersinggung, karena semua yang kita kerjakan juga unntuk kesehatan masyarakat Rembang”tuturnya kepada petugas promkes Puskesmas.

There are no comments yet.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

%d blogger menyukai ini: