Penyuluhan Kesehatan Remaja di Sekolah Sangat Penting

Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Bidang Kesehatan Masyarakat gencar melaksanakan penyuluhan tentang kesehatan remaja bagi pelajar di Rembang.

Kegiatan penyuluhan kesehatan ini merupakan program Usaha Kesehatan Sekolah, berlangsung pada Kamis pagi (03/08/2017) di MTS Al Mannar Desa Menoro Kecamatan Kragan. Secara bergilir dan bertahap Tim pelaksana program UKS Dinkes Rembang telah melaksanakan penyuluhan kesehatan remaja pada empat Sekolah SMP/Sederajat, dan masih banyak sekolahan lain yang akan diberikan penyuluhan.

Tujuan kegiatan penyuluhan kesehatan bagi remaja adalah melakukan pembinaan dan memberikan pemahaman bagi pelajar tentang membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan rumahnya, serta penguatan mental guna menangkal bahaya pengaruh Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif (Napza), dan bahaya pengaruh pornografi.

Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai Narasumber Kabid Kesmas, dr. Nurani Her Utami, Kasie Promkes dan Pemberdayaan Sarwoko Mugiono, SKM beserta Pelaksana Program , diikuti Kepala Sekolah Al-Mannar, Petugas Promkes Puskesmas, para pelajar kelas 1,2, dan 3.

Dalam kegiatan masing-masing narasumber dari Dinkes Rembang menyampaikan materi yang berbeda-beda diantaranya Kabid Kesmas dr. Nurani Her Utami menjelaskan terkait kesehatan reproduksi remaja (HIV/AIDS,IMS), Kasie Promkes dan Pemberdayaan Sarwoko Mugiono,SKM menyampaikan materi tentang bahaya Napza bagi kesehatan, dan Pelaksana Program Kesehatan Remaja Rina Hendriastuti menyampaikan masalah UKS, Gaul sehat, dan Gizi seimbang bagi remaja.

Menurut WHO, Remaja memulai masa transisi dari anak-anak ke masa dewasa berkisar pada usia 10 tahun s.d 19 tahun. Dimana rasa keingin tahuannya sangat besar terhadap sesuatu hal, jika mendapatkan informasi kesehatan yang salah, maka akan berakibat buruk terhadap kesehatan dirinya. Sehingga sangat penting untuk dilakukan peningkatan edukasi masalah kesehatan bagi remaja.

Sementara itu, di sela-sela kegiatan penyuluhan, para pelajar serta para guru diajak senam peregangan selama kurang lebih 10 menit guna membiasakan beraktifitas fisik supaya tetap bugar dan produktif pada saat penyuluhan maupun kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Harapannya bagi seluruh remaja yang ada di Kabupaten Rembang, agar menjaga kesehatan dirinya dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), ketika dibullying oleh teman-teman di sekolah segera menemui guru, dan ketika ada permasalahan yang dihadapi sebaiknya bicarakanlah isi hati (curhat) kepada orang tua.

#SeksiePromkes_dan_Pemberdayaan_DinkesRbg

Pencanangan Kampanye MR di Kecamatan Bulu

Imunisasi Campak dan Rubella merupakan salah satu upaya pencegahan yang efektif guna mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Hal tersebut disampaikan Kabid P2P Aris Suryono, SKM ketika sambutan dalam acara pencanangan kampanye imunisasi campak dan rubella di Kota Rembang yang diselenggarakan oleh UPT Puskesmas Bulu bersama Plt Camat Bulu di SMP N 1 Bulu pada hari Rabu (02/08/2017) yang lalu.

Dalam pencanangan kampanye Campak dan Measleas Rubella dihadiri oleh Tim Supervisi Imunisasi MR dari Dinkes Rembang, Kepala Puskesmas Bulu beserta jajarannya, Plt.Camat Bulu beserta Muspika Kecamatan Bulu, serta Lintas Sektor terkait.

Pemberian Imunisasi MR ini sasarannya adalah anak usia 9 bulan sampai <15 tahun yang sangat mudah terkena paparan Virus congenital rubella syndrome (CRS), masyarakat dapat membawa semua anaknya ke pos pelayanan imunisasi terdekat, baik melalui sekolah, posyandu maupun di Puskesmas. Virus rubella pada wanita dewasa menimbulkan nyeri pada sendi sehingga menyebabkan gerakan tubuh menjadi sulit dan menyakitkan. Sedangkan pada wanita hamil terutama pada kehamilan trimester 1 dapat mengakibatkan keguguran atau kecacatan pada bayi, bahkan kematian pada janin yang dikandungnya. Pada tahun 2020 ditargetkan berhasil mencapai eliminasi campak dan rubella dengan campak dan rubella. Dengan cakupan lebih dari 95%. Sehingga perlu adanya kerjasama yang baik guna mensukseskan salah satu program nasional yaitu kampanye MR. Diharapkan masyarakat terutama masyarakat di Rembang dapat berperan aktif serta mendukung dalam rangka eliminasi campak dan rubella. #BidangP2PDinkesRbg

Pentingnya Pembinaan SBH Secara Berjenjang

Setiap tanggal 17 Juli diperingati hari ulang tahun Saka Bakti Husada. Peringatan HUT SBH tahun 2017 merupakan HUT yang ke 32. Tema peringatan HUT SBH di Kabupaten Rembang adalah menjadikan SBH sebagai pelopor Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Peringatan HUT SBH ditandai dengan pemotongan tumpeng dilakukan oleh Kak Supriyo Utomo selaku pimpinan SBH diterima Kak Mulyono selaku perwakilan dari kwarcab Rembang. Dengan disaksikan langsung oleh para peserta dari Kwarcab, petugas SBH Puskesmas dan anggota SBH di wilayah Puskesmas.

Dalam sambutan, Kak Nurani Her Utami selaku Wakil ketua Pimsaka SBH menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan SBH di Kabupaten Rembang.

“Perlunya pembinaan secara berjenjang bagi SBH sebagaimana yang telah dilakukan, namun diperlukan kerja keras dan cerdas untuk meningkatkan kualitas pengkaderan SBH agar lebih memberikan kontribusi bagi keluarganya, masyarakat, dan generasi muda pada umumnya”tuturnya.

“Selain hal tersebut, diperlukan adanya koordinasi dengan Kwaran / Kwarcab di Kabupaten Rembang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan” imbuhnya pada akhir sambutan.

Selesai kegiatan Workshop dan acara pemotongan tumpeng, berlanjut pada kegiatan bakti sosial dengan membagikan sembako kepada warga sebatang kara yang bertempat tinggal di Kelurahan Gegunung Kulon dan Desa Sumberjo Kecamatan Rembang.

Dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, kedepan diharapkan SBH bisa berkembang dan semakin solid. Selain itu, program kegiatannya lebih tertata dan terkoordinir lagi guna mendukung gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) khususnya di Kabupaten Rembang.

#SeksiePromkesdanPemberdyaanKesDinkesRbg

SBH di Rembang Harus Berkontribusi

Saka Bakti Husada (SBH) di Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang harus berkontribusi dan berjalan cepat jangan hanya jalan ditempat, dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan guna meningkatkan kesadaran bagi kawula muda akan pentingnya kualitas kesehatan bagi diri sendiri dan lingkungannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kak Supriyo Utomo Sebagai Pimpinan Saka Bakti Husada yang mewakili Kamabisaka ketika memberikan arahan pada kegiatan Workshop Saka Bakti Husada di Aula Labkesda yang dilaksanakan pada Senin pagi (17/07/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kwartir Ranting, petugas SBH dan Anggota SBH Puskesmas se Kabupaten Rembang, serta perwakilan Kwarcab Rembang Kak Mulyono atau biasa dipanggil “Kak Mung” yang sekaligus menjadi Narasumber pada kegiatan workshop.

Tujuan dilangsungkan workshop ini yaitu sharing pengalaman dan pengetahuan antar petugas SBH terkait dengan pelaksanaan kegiatan SBH dalam rangka peningkatan kualitas pembinaan dan pengembangan SBH di Kabupaten Rembang.

Sementara itu, Kak Mung selaku Narasumber memaparkan bagaimana sejarah atau eksistensi gerakan pramuka sampai boomingnya Saka Bakti Husada (SBH).

“Saka Bakti Husada merupakan salah satu Saka tertua di Gerakan Pramuka, namun saat ini eksistensinya cenderung kurang berkembang, salah satu penyebabnya yaitu kemajuan teknologi komunikasi yang menimbulkan rasa individualisme dikalangan generasi muda, dampaknya ketrampilan, minat, serta bakat untuk bergabung ke dalam organisasi atau kelompok mengalami penurunan termasuk pada SBH”terangnya.

Selanjutnya Kak Mung “Setuju dengan pendapat Kak Supriyo Utomo, agar SBH tidak jalan ditempat. Tren saat ini banyak sekali kawula muda yang kurang melakukan pergerakan tubuh atau aktifitas fisik dan pola makan yang tidak terjaga, kalau kita biarkan keadaan seperti ini akan mengkhawatirkan dan berdampak luas khususnya di Kabupaten Rembang”tutur Kak Mung.

Dalam hal tersebut, Kwarcab Rembang siap mendukung sepenuhnya kegiatan yang dilakukan petugas maupun anggota SBH di Puskesmas sesuai dengan kebijakan yang ditentukan dari Kamabisaka SBH”imbuhnya.

Oleh sebab itu diharapkan dengan adanya upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Saka Bakti Husada dapat berperan aktif dan berpartisipasi dengan memberikan contoh menjadi pelopor / teladan dalam beperilaku hidup bersih dan sehat pada kawula muda serta masyarakat di lingkungannya.

#SeksiePromkesdanPemberdyaanKesDinkesRbg

Puskesmas Rembang I Nominasi Puskesmas Berprestasi

Puskesmas Rembang I masuk lima besar tingkat provinsi puskesmas berprestasi yang akan bersaing dengan empat Puskesmas dari empat Kabupaten yaitu kabupaten Jepara, Kabupaten Kudus, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Sukoharjo untuk memperebutkan puskesmas berprestasi kategori wilayah Kabupaten Provinsi Jawa Tengah.

Penilaian Puskesmas Berprestasi merupakan sebuah upaya yang dilakukan guna menilai kegiatan hasil kinerja puskesmas, adanya inovasi yang dilakukan Puskesmas pada wilayah kerjanya dengan mengutamakan kegiatan upaya peningkatan peran serta masyarakat dan kegiatan promotif dan preventif.

Penilaian yang dilakukan oleh Tim Juri dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah berlangsung hari Selasa, (11/07/2017). Dalam sambutannya Kepala Puskesmas Rembang I dr. Sri Yuliyanti berterimakasih kepada tim juri dan berharap dengan adanya tim penilai dapat memberikan saran, kritikan, serta pembinaan untuk Puskesmas agar lebih baik lagi.

Sebelum dilakukan penilaian perwakilan tim juri Enny Widiastuti,SKM,M.Kes, menjelaskan beberapa poin yang akan dinilai diantaranya lingkup administrasi dan manajemen puskesmas, penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat (UKM), dan penyelenggaraan upaya kesehatan perorangan (UKP).

Disamping menjelaskan poin, beliau juga memberikan apresisasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang karena adanya Puskesmas berprestasi tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang dilakukan secara bertahap dan continue.

Sementara itu, dr. Teguh Panca (Kasie Yankes) Dinkes Rembang menerangkan bahwa salah satu tujuan dari penilaian Puskesmas berprestasi ini merupakan pemacu Puskesmas yang lain agar secara bertahap dapat meningkatkan kualitasnya baik di internal maupun di eksternal Puskesmas, sebab Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat dasar.

Setelah dilakukan pembinaan kepada petugas Puskesmas yang bersangkutan, tim juri memberikan penjelasan mengenai hasilnya. Bahwa masih perlunya adanya perbaikan terutama di dokumen Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) dan menyarankan agar Puskesmas dapat memanagemen SDM dan materialnya sesuai dengan Permenkes No.44 tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas.

Selain hal tersebut, disampaikan pula terkait dengan ruangan pemeriksaan yang seharusnya tidak boleh dipasang AC (Pendingin ruangan) karena beresiko adanya infeksi nosokomial. Sedangkan dari pihak BPJS Kesehatan Provinsi yang juga ikut dalam penilaian memberikan apresiasi positif dengan hadirnya fasilitas seperti taman refleksi dan berbagai fasilitas yang disediakan di dalam gedung cukup baik, namun disisi lain Puskesmas harus lebih meningkatkan homecare lebih digalakkan kembali.

Diharapkan dengan adanya evaluasi itu dan berbagai masukan serta kritikan Puskesmas bisa membuat inovasi-inovasi dan perencanaan yang baik dan jelas yang akan dikerjakan pada tahun berikutnya.

Meningkatkan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Kesehatan melalui Upaya Promotif Preventif

Puskesmas sebagai sarana kesehatan pada tingkat dasar memiliki peranan yang sangat penting guna meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat. Selain upaya kuratif dan rehabilitatif yang ada di puskesmas diperlukan adanya peningkatan pada upaya promotif dan preventif.

Dalam proses pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk dapat mengenali masalah kesehatan, mencegah dan menanggulangi, diperlukan adanya promosi kesehatan (promkes) sebagai salah satu upaya yang wajib ada di puskesmas dan menjadi tanggungjawab bersama baik dari petugas puskesmas, pengungjung, serta masyarakat itu sendiri.

Kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan kesehatan yang dilaksanakan oleh petugas promkes puskesmas di kabupaten Rembang belum seluruhnya optimal, oleh sebab itu Dinkes Rembang melalui Seksie Promkes dan Pemberdayaan melakukan monitoring dan evaluasi ke puskesmas pada Senin pagi (10/07) di Puskesmas Kaliori dan Sumber.

Maksud dari kegiatan monev ini adalah mengidentifikasi hambatan dan kendala apa saja yang menjadi permasalahan pelaksanaan program, disamping itu untuk membantu perencanaan strategi program yang akan dilaksanakan dimasa mendatang.

“secara bergilir monev ini akan dilaksanakan diseluruh Puskesmas di Rembang, dan secara bertahap pencatatan dan pelaporan akan kami bimbing, sementara itu dilakukan monev secara bergilir supaya dapat memperoleh gambaran analisa hasil pelaksanaan dan hasil capaian program promkes yang berdasar pada indikator di masing-masing puskesmas”ungkap Sarwoko Mugiono, SKM Kasie Promkes dan Pemberdayaan Kesehatan ketika memberikan sambutan pada kegiatan.

Beberapa diantara indikator program promosi kesehatan di masing-masing Puskesmas meliputi pemberdayaan kepada masyarakat bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pengembangan usaha kesehatan berbasis masyarakat (UKBM), desa sehat, Saka Bhakti Husada (SBH), Batra, dan sebagainya.

“harapan kami dari Tim monev Dinkes Rembang masing-masing petugas promkes di Puskesmas dapat memberikan pelayanan berupa penyebaran informasi kesehatan, mencegah penyakit secara promotif preventif dalam arti mencegah sebelum mengobati, supaya masyarakat secara optimal dapat menelaah informasi kesehatan dengan baik dan tidak ada rasa tersinggung, karena semua yang kita kerjakan juga unntuk kesehatan masyarakat Rembang”tuturnya kepada petugas promkes Puskesmas.

Meningkatkan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Kesehatan melalui Upaya Promotif Preventif

Puskesmas sebagai sarana kesehatan pada tingkat dasar memiliki peranan yang sangat penting guna meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat. Selain upaya kuratif dan rehabilitatif yang ada di puskesmas diperlukan adanya peningkatan pada upaya promotif dan preventif.

Dalam proses pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk dapat mengenali masalah kesehatan, mencegah dan menanggulangi, diperlukan adanya promosi kesehatan (promkes) sebagai salah satu upaya yang wajib ada di puskesmas dan menjadi tanggungjawab bersama baik dari petugas puskesmas, pengungjung, serta masyarakat itu sendiri.

Kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan kesehatan yang dilaksanakan oleh petugas promkes puskesmas di kabupaten Rembang belum seluruhnya optimal, oleh sebab itu Dinkes Rembang melalui Seksie Promkes dan Pemberdayaan melakukan monitoring dan evaluasi ke puskesmas pada Senin pagi (10/07) di Puskesmas Kaliori dan Sumber.

Maksud dari kegiatan monev ini adalah mengidentifikasi hambatan dan kendala apa saja yang menjadi permasalahan pelaksanaan program, disamping itu untuk membantu perencanaan strategi program yang akan dilaksanakan dimasa mendatang.

“secara bergilir monev ini akan dilaksanakan diseluruh Puskesmas di Rembang, dan secara bertahap pencatatan dan pelaporan akan kami bimbing, sementara itu dilakukan monev secara bergilir supaya dapat memperoleh gambaran analisa hasil pelaksanaan dan hasil capaian program promkes yang berdasar pada indikator di masing-masing puskesmas”ungkap Sarwoko Mugiono, SKM Kasie Promkes dan Pemberdayaan Kesehatan ketika memberikan sambutan pada kegiatan.

Beberapa diantara indikator program promosi kesehatan di masing-masing Puskesmas meliputi pemberdayaan kepada masyarakat bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pengembangan usaha kesehatan berbasis masyarakat (UKBM), desa sehat, Saka Bhakti Husada (SBH), Batra, dan sebagainya.

“harapan kami dari Tim monev Dinkes Rembang masing-masing petugas promkes di Puskesmas dapat memberikan pelayanan berupa penyebaran informasi kesehatan, mencegah penyakit secara promotif preventif dalam arti mencegah sebelum mengobati, supaya masyarakat secara optimal dapat menelaah informasi kesehatan dengan baik dan tidak ada rasa tersinggung, karena semua yang kita kerjakan juga unntuk kesehatan masyarakat Rembang”tuturnya kepada petugas promkes Puskesmas