Workshop Penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Rembang

Dalam rangka Penurunan Angka Kematian Ibu  dan Angka Kematian Bayi di Kabupaten Rembang, (8/9/21) dilaksanakan Workshop Penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Rembang bagi  Camat, Sekcam  dan TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Rembang serta TP PKK Kabupaten bertempat di Sanggar Budaya Kabupaten Rembang. Acara dibuka oleh Wakil Bupati Rembang, Bapak Mochamad Hanies Cholil Barro’ dalam sambutannya menyampaikan kasus kematian ibu dan bayi masih menjadi permasalahn penting untuk ditanggulangi. Untuk itu Wakil Bupati menyampaikan bahwa AKI dan AKB merupakan tugas kita semua dimulai dari sektor terkecil yaitu keluarga sampai dengan sektor pemerintahan dengan cara meningkatan kesadaran, kemauan serta kemampuan kader kesehatan.

Upaya untuk penurunan AKI dan AKB yang bisa  dilaksanakan diantaranya yaitu vaksinasi ibu hamil dengan usia kehamilan 13 minggu – 33 minggu, meningkatkan  Kualitas Pelayanan Kesehatan  Ibu dan Bayi pada masa Persalinan, Pasca Salin sampai 42 hari ,Skrening Kesehatan pada Wanita Usia Subur Bagi Remaja, Catin (Calon Pengantin) dan Pasangan Usia Subur, Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita di Tingkat Posyandu , Pendampingan ibu hamil sesuai daerah binaan oleh nakes dan dr SpOG Pencegahan Pernikahan Usia <19 tahun, PengAktifan Tim GSI Kabupaten, Kecamatan dan Desa  Untuk Melaksanakan Gerakan 5Ng Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng Perbaikan Pola Asah, Asih, Asuh di Tingkat Keluarga serta Pemanfaatan Dana TABULIN. Hal tersebut disampaikan oleh Narasumber Bapak Ali Syofii, MM selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.

Sedangkan Ketua TP PKK Kab Rembang Ibu Haziroh Hafidz dalam paparannya beliau menyampaikan Peran PKK dalam  Pencegahan Stunting.

Pada tahun 2020 berdasarkan Laporan e-PPGBM Data Persentase Balita Stunting DI Kabupaten Rembang berjumlah 24,79%. Hal ini dikarenakan Terjadi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan berhentinya sebagian besar layanan posyandu, serta adanya penurunan pendapatan keluarga. Sehingga tahun 2021 ini Kabupaten Rembang ditetapkan sebagai daerah  lokus stunting  di 10 Kecamatan, 11 Puskesmas dan 27 Desa. Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang akan melaksanakan kegiatan yang menunjang diantaranya:

1. Status Gizi

Pokja IV & Kader Posyandu wajib tahu cara mengukur status gizi (KMS) & status stunting (ditanyakan ke Bidan atau KPM-Kader Pembangunan Manusia).

2. Pola Asuh

Pokja IV bersama Pokja I membudayakan pola asuh yang mendukung peningkatan status gizi anak dan lintas sector dengan Penyuluh KB.

3. Asupan & Ketersediaan makanan

Pokja IV bersama Pokja III meningkatkan ketahanan pangan juga melibatkan lintas sector misal penyuluh pertanian terkait lumbung makanan.

4. Kemampuan Ekonomi dan Pendidikan.

Pokja IV bersama Pokja II melaksanakan pelatihan yang tepat guna untuk peningkatan ekonomi & kesejahteraan anak juga melibatkan lintas sektor perusahaan-perusahaan.

 

 

 



Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: