Halal Bi Halal Keluarga Besar Dinas Kesehatan Rembang “Pererat Tali Silaturahmi dan Mari Tingkatkan Profesionalisme Kerja”

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan Meningkatkan Profesionalisme kerja seusai cuti lebaran tahun 2018, seluruh karyawan di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang pada Senin pagi (02/07) mengikuti acara halalbihalal yang berlangsung di Aula Utama Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.

Sambutan Kadinkes Rembang saat Halalbihalal

Pada acara halalbihalal dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr. Ali Syofii, seluruh pejabat struktural Dinkes Rembang, Kepala Puskesmas dan Kasubag TU Puskesmas se Kabupaten Rembang, serta seluruh staf maupun karyawan yang bekerja di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.

Disamping acara halalbihalal, pada kesempatan tersebut dilangsungkan pelepasan purna bhakti salah satu pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Rembang yang telah memasuki masa pensiun terhitung mulai tanggal 01 Juni 2018.

Pemberian kenang-kenangan oleh Kadinkes Rembang dr. Ali Syofii kepada Bapak Ngasmin yang telah memasuki Purna Bakti

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr. Ali Syofii dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam momentum acara halalbihalal ini mari kita pererat tali silaturahmi sehingga terjalin kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang lebih baik untuk menjaga kekompakan dalam melakukan pekerjaan.

“dalam momentum halalbihalal ini kita jadikan ajang untuk mempererat tali silaturahmi dengan meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang lebih baik sehingga bisa menjaga kekompakan dan meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat Rembang”jelas dr. Ali.

Diakhir acara, seluruh karyawan berbaris rapi untuk berjabat tangan satu sama lain dan saling memaafkan dilanjutkan ramah tamah dengan bernyanyi dan menikmati hidangan yang telah tersedia.(HumasDinkesRembang)

Cegah dan Kendalikan PTM Melalui GERMAS dengan Perilaku CERDIK dan PATUH

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr. Ali Syofii saat memberikan sambutan sekligus membuka acara sosialisasi Germas

Hidup sehat merupakan dambaan bagi setiap orang, namun seiring berkembangnya zaman dan teknologi yang begitu pesat membuat setiap orang kurang memperhatikan kondisi kesehatannya. Tidak hanya orang-orang dewasa saja, bahkan remaja sekarang ini cenderung kurang mementingkan gaya hidup sehat.

Oleh sebab itu, pada kesempatan acara Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diselenggarakan di Gedung KPRI kecamatan Kaliori Rembang pada hari Minggu (01/07), secara khusus mengajak masyarakat untuk menjaga gaya hidup sehat.

Acara Sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr. Ali Syofii, dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Dapil III Jateng Sri Wulan,SE bersama perwakilan dari Ditjen P2P Kemenkes RI, Muspika Kaliori, Kepala Puskesmas se Kabupaten Rembang dan puluhan warga masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Kaliori.

Narasumber dari Ditjen P2P Kemenkes Republik Indonesia saat menyampaikan materi terkait dengan pencegahan dan pengendalian PTM

“terjadinya perubahan gaya hidup masyarakat karena kurangnya perhatian terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga menjadi salah satu penyebab terjadinya transisi epidemiologi (pergeseran penyakit) dari penyakit menular yang pada saat tahun 90an merupakan penyakit terbanyak, ternyata pada era sekarang penyakit tidak menular (PTM) menduduki peringkat tertinggi”ungkapnya dr. Ali Syofii.

Lebih lanjut, “oleh karena itu kami menghimbau dan mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular dengan gerakan masyarakat hidup sehat yang berfokus pada peningkatan perilaku CERDIK dan PATUH, yang dimulai dari diri sendiri, keluarga terdekat, dan masyarakat”pungkasnya.

Senam Peregangan disela-sela acara sosialisasi Germas.

Kalau hanya mengandalkan dari sektor kesehatan saja mungkin peran kami belum bisa merubah perilaku gaya hidup sehat masyarakat, namun dibutuhkan kemauan dan kesadaran tiap individu serta peran sektor dari lembaga maupun organisasi terkait untuk mempraktekkan pola hidup sehat.

Sementara itu, yang dimaksud perilaku CERDIK adalah Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet Seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola Stres. Sedangkan PATUH, Periksa Keseharan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet dengan gizi seimbang, Upayakan aktifitas fisik dengan aman, Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik (penyebab kanker) lainnya. Perilaku PATUH harus dilakukan bagi yang sudah menyandang PTM.

Pada penghujung acara, Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan selain memaparkan terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) selaku anggota dewan dimana ia ditugaskan, menghimbau supaya warga masyarakat khususnya di Kabupaten Rembang agar dapat menerapkan pola hidup sehat.

Sri Wulan, Anggota Komisi IX DPR RI

“jadi pada momentum acara sosialisasi ini saya berharap kepada warga masyarakat Rembang bisa mengambil ilmu yang telah disampaikan dari narasumber (Ditjen P2P) serta dapat menambah pengetahuannya khususnya di bidang kesehatan, supaya memiliki kesadaran dan kemauan untuk bergaya hidup sehat”pungkasnya.

Bimtek SDMK di Puskesmas

Dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan diperlukan adanya Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang bermutu dan profesional sesuai dengan standarisasi maupun kompetensi yang dibutuhkan di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.

Oleh sebab itu, untuk mengetahui ketersediaan data SDMK dan sekaligus upaya melakukan pemetaan jumlah dan jenis tenaga secara merata pada masing-masing Puskesmas di Kabupaten Rembang, Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinkes Rembang melakukan bimtek di 17 Puskesmas se Kabupaten Rembang.

Kegiatan Bimtek dilakukan pada Selasa pagi (26/06) di dua Puskesmas yang berada di ujung timur Kabupaten Rembang, yakni  Puskesmas Sarang 1 dan Puskesmas Sarang 2.

“pada bimtek ini, tim kami ingin memantau secara langsung data sdmk untuk serta menginventarisasi masalah-masalah yang menjadi kendala petugas dalam pengumpulan data melalui aplikasi yang ada dan mengevaluasi kekurangan laporan yang harus dilaporkan sebagai dasar untuk pemetaan SDMK di Puskesmas”ungkap Kasie Sumber Daya Manusia Kesehatan Anggraini Lestari.

Sementara itu, bimtek dilakukan sebagai proses berkelanjutan guna mendapatkan informasi data SDMK di wilayah Kabupaten Rembang dan digunakan dasar perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang ada di setiap fasilitas layanan kesehatan. (HumasDinkesRbg)

Budayakan Germasif Untuk Tingkatkan ASI Eksklusif

Upaya promotif preventif dalam menurunkan angka kematian bayi (AKB) dan stunting akibat gizi buruk  salah satu cara termurah dan termudah yakni dengan memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi berumur nol bulan sampai 6 bulan.

ASI Eksklusif merupakan pemberian air susu ibu tanpa makanan dan minuman tambahan lainnya pada bayi berumur nol sampai 6 bulan. Menurut WHO Keseimbangan zat-zat gizi dan kandungan nutrisi pada air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan mencukupi untuk kebutuhan bayi baru lahir.

Oleh sebab itu, guna meningkatkan cakupan ASI Eksklusif yang ada di Kabupaten Rembang, Dinas Kesehatan Rembang akan memberikan piagam penghargaan kepada warga masyarakat Rembang khususnya bagi ibu-ibu berkomitmen untuk mendukung dan membudayakan Gerakan Masyarakat ASI Eksklusif (Germasif).

“bagi masyarakat rembang khususnya ibu-ibu yang berkomitmen untuk mendukung germasif ini kami akan memberikan piagam penghargaan (exclusive breastfeeding certificate) sebagai bentuk apresiasi karena telah membantu dan memberikan perhatiannya dalam upaya penurunan kasus stunting dan mencegah gizi buruk di Kabupaten Rembang”jelas Kadinkes Rembang dr. Ali Syofii saat ditemui oleh Tim Humas Dinkes di ruang kerjanya, Kamis (24/05).

Dalam pelaksanaannya tenaga kesehatan dan kader kesehatan desa melalui posyandu akan melakukan monitoring dan pada saat kunjungan antenatalcare (ANC). Kemudian dilakukan interview atau wawancara untuk memverifikasi ibu memberikan ASI Eksklusif, dan selanjutnya sesuai dengan penilaian dari tenaga kesehatan dinyatakan lulus atau tidaknya.

“kalau dinyatakan lulus ASI Eksklusif atau setelah 6 bulan bayi akan dikenalkan MPASI (Makanan Pendamping ASI), MPASI merupakan makanan padat yang diberikan untuk bayi, agar kelengkapan gizinya bisa terpenuhi, namun perlu diperhatikan tanda-tanda kesiapan bayi untuk menerima makanan padat seperti bisa mengendalikan lidah dengan baik, mulai bisa gerakan mengunyah, dan memiliki hobi memasukkan apapun ke dalam mulut”ungkap Imam Subekti selaku programmer Gizi Dinkes Rembang saat diwawancarai oleh Tim Humas Dinkes Rembang.

Untuk itu diharapkan bagi ibu-ibu yang ingin mengetahui seputar ASI Eksklusif dan berhasil memberikan ASI Eksklusif kepada buah hatinya selama umur nol sampai 6 bulan, serta mendapatkan piagam penghargaan bisa segera menghubungi puskesmas terdekat. (HumasDinkesRbg)

Peringati HLUN Tahun 2018 di Rembang, Dinkes Gelar Jambore Lansia Dengan Berbagai Perlombaan

Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang jatuh pada tanggal 29 Mei setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan Jambore Lansia Nasional dengan Tema “Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia”.

Jambore HLUN di Rembang

“Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia”

Jambore lansia berlangsung pada hari Sabtu pagi (12/05) bertempat di Fave Hotel Rembang. Kegiatan jambore lansia diikuti 170 peserta yang mana setiap puskesmas mengikutkan 10 lansia. Berbagai kegiatan seperti perlombaan dan sosialisasi pun digelar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr. Ali Syofii selaku Pembina kegiatan mengatakan maksud maupun tujuan dilaksanannya kegiatan jambore lansia .

“adanya kegiatan jambore ini sebagai ajang silaturahmi antar lansia, sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap lansia, menambah pengetahuan dan wawasan dalam rangka pencegahan penyakit pada lansia, serta sebagai upaya mewujudkan lansia tangguh dan sejahtera”katanya.

Jambore HLUN di Rembang

“Wabup Rembang Bayu Andriyanto, SE saat memberikan sambutan dihadapan para peserta yang terdiri dari banyak Lansia”

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, SE dan selaku Ketua Komda Lansia dalam, sambutannya menyampaikan terkait dengan kampanye kesehatan lansia pada periode Mei-Juni 2018 secara serentak.

“Sehubungan dengan hal lansia sehat, mandiri, diwujudkan dari keluarga sehat, maka saya harap Bapak dan Ibu semua dapat melakukan kampanye kesehatan lanjut usia pada periode Mei-Juni 2018 secara serentak, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS), sehingga dapat terwujud lansia yang sehat dan produktif”ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini harapannya bisa meningkatkan pengetahuan dan wawasan supaya menjadi Lansia yang tangguh, tetap sehat, dan aktif secara fisik, mental maupun sosial. (HumasDinkesRbg)

RS Bina Bhakti Husada Resmi Beroperasi, Ucapan Selamat pun Berdatangan

Rumah Sakit Bina Bhakti Husada pada Jum’at (11/05) telah resmi di buka dan siap beroperasi. Ucapan selamat dari berbagai pihak kepada Komisaris Utama Atna Tukiman dan segenap manajerial rumah sakit pun terus berdatangan.

Launching RS Bhina Bakti Husada

“segenap tamu undangan dan direksi saat menghadiri launching RS Bhina Bakti Husada Rembang”

Launching RS Bhina Bakti Husada

“sambutan Bupati Rembang H.Abdul Hafidz saat akan melaunching RS Bina Bhakti Husada”

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz turut mengucapkan selamat dan menyampaikan harapan atas diresmikannya RS Bina Bhakti Husada supaya bisa saling menyempurnakan kebutuhan pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Rembang.

 

“saya ucapkan selamat kepada Komisaris Utama dan segenap jajaran Rumah Sakit Bina Bhakti Husada yang telah resmi beroperasi, terus bersemangat dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan tulus ikhlas dan ramah, selain itu saya berharap agar bisa saling menyempurnakan kebutuhan pelayanan kesehatan yang ada di kabupaten Rembang ini”ujar Bupati.

Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr. Bambang Wibowo yang hadir dalam acara peresmian tersebut selain memberikan ucapan selamat, ia juga menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh pihak rumah sakit sebagai penyedia pelayanan kesehatan.

Launching RS Bhina Bakti Husada

“Dirjen Yankes Kemenkes RI dr. Bambang Wibowo saat memberikan arahan kepada segenap direksi RS Bina Bhakti Husada untuk melengkapi pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Rembang”

“hal yang perlu diperhatikan yakni berkaitan dengan kompetensi sumber daya yang harus ditingkatkan, melakukan kompromi masalah mutu pelayanan kesehatan, melayani secara konsisten dan memperhatikan hak pasien. Selain itu dengan adanya rumah sakit Bina Bhakti Husada harapannya bisa menjadi aset daerah”jelasnya.

Disamping itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr. Ali Syofii turut mengucapkan selamat atas peresmian RS Bina Bhakti Husada, selain itu ia menyampaikan hal terkait kerjasama dalam peningkatan kuantitas dan kualitas serta pihak rumah sakit juga dihimbau untuk segera bekerjasama dengan BPJS Kesehatan agar program JKN terlaksana dengan baik dan lancar.

Launching RS Bhina Bakti Husada

“Kadinkes Rembang dr,. Ali Syofii ketika keliling ruangan RS Bina Bhakti Husada bersama beberapa tamu undangan”

Secara simbolis peresmian dilakukan dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Rembang H. Abdul Hafidz dan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Bambang Wibowo dilanjutkan dengan berkeliling ruangan yang ada di Rumah Sakit Bina Bhakti Husada Rembang. (HumasDinkesRbg)

TP PKK Cabang Rembang Lakukan Penguatan Sistem Pelaporan Pokja IV

Dalam rangka penguatan sistem pelaporan Pokja IV TP PKK Cabang Rembang Tahun 2018, pada Rabu pagi (09/05) dilangsungkan pertemuan dengan TP.PKK Kecamatan dan TP.PKK Desa binaan se Kabupaten Rembang.

Pertemuan yang memiliki tujuan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan TP. PKK Kecamatan maupun TP.PKK Desa binaan dalam hal pelaporan Pokja IV itu berlangsung di Aula PKK Rembang dengan diikuti oleh 75 peserta

Ceramah Kesehatan PKK Rembang

“Anggota PKK sedang memperhatikan materi yang disampaikan oleh Narasumber”

Selain itu tujuan lain yakni memberikan pengetahuan tentang penyakit tuberculosis (TBC) pencegahan dan pengobatannya kepada masyarakat melalui Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta meningkatkan pemahaman dan publikasi dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKABA) serta stunting.

Pada kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Rembang Hj.Hasiroh Hafidz menyampaikan kepada peserta agar dalam pembuatan pelaporan kegiatan harus jelas dan sesuai dengan fakta yang ada, jangan sekedar omongan saja.

“dalam membuat pelaporan harus sesuai fakta yang ada, jangan hanya membuat ibu senang, harus ada bukti dan dokumentasi yang jelas, kalau tidak ada fakta atau bukti ya tidak akan dipercaya. Sehingga adanya pelaporan yang jelas dan sesuai fakta bisa dijadikan pimpinnan sebagai bahan evaluasi dan bahan perencaan kedepan”jelasnya.

Selain itu beliau juga menginstruksikan supaya TP PKK harus berperan aktif untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan kesehatan khususnya masalah penurunan AKI dan AKABA termasuk Imunisasi, Stunting, dan Tuberkulosis yang nantinya akan disampaikan oleh Narasumber.

Ceramah Kesehatan PKK Rembang

“Kadinkes Rembang dr. Ali Syofii memaparkan materi terkait dengan isu kesehatan Nasional di depan para anggota PKK”

Dalam kesempatan itu Kadinkes Rembang dr. Ali Syofii selaku Narasumber menyampaikan beberapa hal diantaranya upaya penurunan AKI, AKB, dan Stunting di Kabupaten Rembang, Prioritas Pembangunan Kesehatan sesuai RPJMN Kesehatan 2015-2019, Peran PKK pada sektor kesehatan dan Kader Posyandu, serta memberikan instruksi untuk mengaplikasikan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di masyarakat. (HumasDinkesRbg)

Puluhan Kader Kesehatan Desa ikuti Bimtek Kader Posbidu PTM

Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) merupakan suatu kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut faktor risiko PTM secara mandiri dan berkesinambungan.

“paparan materi Posbindu oleh Kasie P2PTM Dinkes Rembang Mushlihah SKM, MKes”

Dalam pelaksanaan Posbindu PTM dibutuhkan adanya kader atau tenaga desa yang terampil selain petugas kesehatan yang mendampingi pelaksanaan posbindu. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Seksie P2PTM menyelenggarakan kegiatan Bimtek Kader Posbindu PTM.

“pelatihan ini mempunyai tujuan supaya para peserta mengetahui tentang apa itu PTM, Faktor Resiko, dampak dan Pengendalian PTM. Selain itu kemampuan para peserta juga dilatih untuk melakukan pencatatan dan surveilans berbasis Web”terang Mushlihah saat melaporkan pelaksanaan kegiatan di ruang pertemuan Hotel New Merdeka Pati.

Dalam laporannya ia juga mengungkapkan bahwa “dalam pelatihan memiliki maksud untuk meningkatkan ketrampilan kader dalam melakukan konseling dan penyuluhan faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) serta upaya pengendalian PTM”ungkapnya kepada Tim Humas Dinkes Rembang.

Pelatihan yang dihadiri oleh 54 peserta tersebut berlangsung selama 3 hari (24-26/04). Para peserta terdiri dari pemegang program PTM Puskesmas, Kader Posbindu PTM (tiap Puskesmas diwakili 2 orang kader), dan lintas program Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.

“Kadinkes Rembang : setelah berlangsungnya kegaiatan ini, saya harap ada semacam buku juknis dan setiap desa harus memiliki minimal 1 posbindu”

Dalam arahan Kepala Dinas Kesehatan Rembang dr. Ali Syofii mengatakan bahwa selain berperilaku CERDIK salah satu tupoksi dari posbindu adalah menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang harus diaplikasikan dan diwujudkan dilingkungan masyarakat.

“selain harus berperilaku CERDIK dalam mencegah penyakit tidak menular, salah satu yang menjadi tupoksi dalam posbindu adalah menggalakkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), tentunya dengan berbagai macam kegiatan di dalamnya. Disamping itu peran masyarakat disini sangat dibutuhkan untuk mendukung germas, oleh karena itu melalui kader posbindu saya harap bisa diaplikasikan dan diwujudkan pada masyarakat di masing-masing desanya”jelas dr. Ali.

Adapun perilaku CERDIK yang dimaksudkan adalah Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Sementara itu fokus kegiatan Rembang adalah Germas MAKCES, yang meliputi Memberi ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan, Aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari, Konsumsi buah dan sayur setiap hari, Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Stop buang air besar sembarangan.(HumasDinkesRbg)

Verifikasi Puskesmas Kragan II Untuk Ikuti Lomba Puskesmas Berprestasi

Tim Verifikasi Puskesmas Berprestasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang kembali melakukan penilaian puskesmas berprestasi di Puskesmas Kragan II pada Hari Rabu (25/04).

“penilaian puskesmas berprestasi dilakukan untuk memberikan apresiasi terhadap kinerja puskesmas dan memacu kinerja sumber daya kesehatan untuk menciptakan inovasi baru dalam menunjang derajat kesehatan masyarakat”ujar dr. Teguh Panca (Kasie Pelayanan Kesehatan Dinkes Rembang) di Aula pertemuan Puskesmas Kragan II.

“para peserta dan tim verifikasi duduk bersama untuk memperhatikan paparan dari ketua sekaligus Ka Puskesmas”

Sebagai penyedia layanan kesehatan di tingkat dasar, Puskesmas di era sekarang ini dituntut untuk terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya dan mutu layanannya sesuai dengan standar pelayanan yang sudah ditetapkan.

“oleh karena itu, Puskesmas harus mampu memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat dan sumber daya kesehatan yang ada di Puskesmas peka dan responsif terhadap tuntutan pelayanan yang diharapkan oleh masyarakat”terang dr. Teguh Panca di akhir sambutannya.

Dalam proses penilaian yang dilakukan sebagian besar instrument sesuai dengan instrument penilaian akreditasi puskesmas. Dimana dalam penilaian dibagi menjadi tiga aspek, yakni Administrasi Manajemen (Admen), Unit Kesehatan Perorangan (UKP), dan Unit Kesehatan Masyarakat (UKM).

“pelaksanaan penilaian puskesmas akrediatasi yang terbagi di 3 aspek”

Sementara itu, dr. Intaningtyas Subawati selaku Kepala Puskesmas Kragan II yang ditemui oleh tim Humas Dinkes Rembang, berharap dengan adanya penilaian puskesmas berprestasi ini bisa menjadi sarana untuk koordinasi, sinkronisasi, dan koreksi terhadap kinerja di Puskesmas Kragan II.

“dr.Intaningtyas Subawati selaku Ka.Puskesmas Kragan II saat memaparkan profil Puskesmas serta harapan yang ingin dicapai saat penilaian”

“dengan adanya penilaian akreditasi puskesmas berprestasi ini, kami berharap memperoleh hasil yang maksimal, meskipun masih banyak kekurangan yang belum kami penuhi, dan kami juga mengucapkan terimakasih kepada tim verifikasi, karena dengan penilaian ini bisa menjadi sarana untuk koordinasi, sinkronisasi, dan koreksi terhadap kinerja kami di puskesmas kragan II”pungkas dr. Intan.(HumasDinkesRbg)

 

Tak Masuk Endemis Kusta, Dinkes Tetap Intensifkan Penemuan Kusta

Meskipun pada 2017 terdapat 64 kasus kusta, Kabupaten Rembang tidak masuk dalam wilayah endemis penyakit tersebut. Namun, pemkab Rembang tetap mendorong keterlibatan semua pihak untuk menurunkan jumlah penderita kusta.

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto mengungkapkan keprihatinannya terhadap para penderita kusta. Sebab, mayoritas dari mereka cenderung tidak percaya diri bahkan diasingkan dari lingkungan sekitarnya.

“Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, SE saat memberikan arahan pada kegiatan intensifikasi penemuan kusta dan eradikasi frambusia di Fave Hotel, Senin 23/04”

Oleh karena itu, perlu ada penanganan khusus bagi para penderita kusta. Tidak hanya Dinas Kesehatan, instansi lain juga harus bisa terlibat dalam penanganan dan pencegahan penyakit kusta.

”Dalam penanganan kasus kusta itu diperlukan jiwa sukarela dan kesadaran serta partisipasi masyarakat. Rangkul tim penggerak PKK untuk ikut mensosialisasikan dan mensukseskan penanganan serta pencegahan kusta,” jelasnya.

“dr. Elham saat menjelaskan target dan capaian kasus kusta yang ada di Provinsi Jawa Tengah”

dr. Elham, selaku Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan, Kabupaten Rembang tak masuk dalam wilayah endemis kusta. Meskipun pada 2017 ditemukan 604 kasus kusta di Kota Garam.

”Salah satu upaya kita itu eliminasi kasus kusta sampai titik terendah, angkanya 1 per 10.000 penduduk. Sedangkan untuk Kabupaten Rembang ini masih di atas 1 per 10.000 penduduk,” jelasnya.

Pemerintah juga menurunkan tim ke masyarakat. Selain untuk melakukan sosialisasi, memetakan masyarakat yang diduga terkena kusta.  Teknisnya, anggota tim yang berada di lapangan membabi membagikan formulir ke Setiap keluarga untuk pemeriksaan.

Apabila ada anggotanya yang menderita kusta bisa segera diketahui dan diobati.  Pihaknya berusaha memberi pemahaman pada masyarakat. Apabila ada kasus kasus atau gejala penyakit kusta, bisa segera dilaporkan. Karena dikhawatirkan kalau tidak segera diobati bisa menimbulkan penularan.

”Kabupaten Rembang selama ini cukup baik. Sehingga apabila ditemukan penderita secara aktif yang pertama nanti penularannya bisa dicegah. Itu juga berpengaruh pada penurunan angka kasus kusta,” pungkasnya. (HumasDinkesRbg)