Gubernur Jawa Tengah Resmikan Pembangunan Puskesmas Sluke

Gubernur Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo, SH., M.IP, meresmikan pembangunan gedung Puskesmas Sluke, Kec.Sluke, Kab.Rembang pada Rabu siang (22/11/2017).

Hadir dalam acara peresmian Bupati Rembang H. Abdul Hafidz, Sekda Rembang Drs. Subakti, Forkopimda Kabupaten Rembang,  Muspika Kecamatan Sluke, Kepala Puskesmas se Kab Rembang dan mitra kesehatan lainnya.

Dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat secara merata di Kabupaten Rembang pada bidang kesehatan, Sekda Rembang Drs. Subakti mengatakan masih memerlukan dukungan maupun arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Terutama dalam hal pembangunan kesehatan dan sarana fisik lainnya yang tentunya masih banyak kekurangan.

Drs.Subakti : “Kami dari Pemkab Rembang masih memerlukan dukungan dan arahan dari Pemprov Jawa Tengah dalam berbagai hal, salah satunya peningkatan pelayanan publik”

“kepada Gubernur Provinsi Jawa Tengah kami menyampaikan bahwa masih diperlukan dukungan maupun arahan dari Pemprov Jawa Tengah terkait dengan pembangunan kesehatan dan sarana fisik lainnya di Rembang ini yang mungkin masih banyak kekurangan”ungkap Drs. Subakti.

Merespon hal tersebut Gubernur Provinsi Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo, SH., MIP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihak Pemprov Jateng, dalam mendukung program-program yang ada di Pemerintah Daerah perlu untuk melakukan evaluasi program yang akan menjadi prioritas serta memperhitungkan besar anggaran yang dibutuhkan oleh pihak Pemkab.

“kami akan melakukan evaluasi program yang diprioritaskan oleh pihak Pemkab Rembang dan memperhitungkan anggaran sesuai dengan kebutuhan, sehingga program-program ini mau diprioritaskan kemana dan bisa tepat sasaran serta bisa meningkatkan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Rembang”jelas Gubernur Jateng.

Selanjutnya, Gubernur mengajak seluruh jajaran kesehatan untuk menjaga kebersihan dan kecantikan lingkungan Puskesmasnya, agar pasien yang sakit atau pasien yang mau berobat merasa nyaman serta berikan service excellent kepada pasien yang sedang sakit.

“Penandatangan Prasasti oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP”

Selain itu, disampaikan juga kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan mulai dari hulu, kita dapat melakukan upaya pencegahan penyakit dengan bergaya hidup yang sehat, seperti melakukan olahraga secara teratur dan terukur, makan makanan yang sehat, tidak merokok, tidak minum-minuman keras / beralkohol, rutin melakukan cek kesehatan secara berkala, mebersihkan lingkungan, dan jangan buang air besar sembarangan / gunakan jamban yang sehat.

“Gubernur Menjenguk pasien rawat inap di Puskesmas Sluke”

“Pemotongan Pita oleh Gubernur Provinsi Jawa Tengah bersama Bupati Rembang H.Abdul Hafidz dan Kadinkes Rembang dr.Ali Syofii serta KaPuskesmas Sluke dr.Darmono”

Peresmian Puskesmas Sluke kemarin dilakukan dengan prosesi pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Provinsi Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo, SH., MIP. Usai pemotongan pita, Gubernur bersama Bupati Rembang H.Abdul Hafidz dan Kadinkes Rembang dr. Ali Syofii  bersama rombongannya melihat kondisi dan kelengkapan fasilitas puskesmas serta pasien yang sedang dirawat inap di Puskesmas Sluke. (HumasDinkesRbg/MSF)

Pertemuan Suervailans PTM Berbasis Web

Kegiatan pengumpulan data, analisis, serta analisis data secara sistematis dan terus menerus / Surveilans faktor risiko penyakit tidak menular (FR PTM) merupakan bagian penting dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular.

“Petugas Survailans sedang memperhatikan dan memahami arahan dari Narasumber”

Dalam meningkatkan kapasitas Petugas Surveilans PTM Puskesmas di Kabupaten Rembang dalam hal pelaporan, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Seksie P2PTM dan Keswa Bidang P2 melaksanakan pertemuan surveilans PTM berbasis Web pada Selasa pagi (21/11/2017).

“Kabid P2 Dinkes Rembang Aris Suryono membuka acara peretemuan survailans berbasis web di RM Pondok Asri”

Pertemuan surveilans PTM berbasis web dibuka langsung oleh Kabid P2 Aris Suryono,SKM. Pada kesempatan tersebut Aris Suryono menekankan kepada petugas survailans PTM untuk menginput data pada web based yang telah tersedia secara sistematis dan terus-menerus.

“kami menuturkan kepada seluruh petugas survailans PTM secara rutin dan sitematis menginput data posbindu PTM pada web based, supaya tersedia data dan informasinya bagi pengembangan dan penguatan program pengendalian PTM di Kabupaten Rembang”tutur Aris Suryono saat membuka acara pertemuan surveilans berbasis web di RM.Pondok Asri.

“Saling belajar dan berdiskusi untuk mempraktekkan langsung cara menginput data lewat Web Based”

Sementara itu Narasumber dari Dinkes Prov.Jateng Tri Wahju Utami yang akrab dipanggil Elly menyampaikan materi mengenai portal PTM, tutorial penggunaan aplikasi Surveilans PTM berbasis Posbindu, dan Tutorial pengisian aplikasi e-monev.

“Tri Wahju Utami saat (Narasumber) memberikan materi kepada para petugas survailans”

Sedangkan Kasie P2PTM Mushlihah,SKM,MKes berharap dengan adanya pertemuan ini dapat dimafaatkan dengan sebaik-baiknya oleh petugas Survailans PTM baik yang di Puskesmas maupun yang ada di Kabupaten. Selain itu, kondisi riil fakor risiko di masyarakat di Kabupaten Rembang dapat diketahui secara akurat, lengkap, dan terupdate.

Kasie P2PTM Mushlihah (kiri) : “harus diikuti dengan sebaik-baiknya dan harus saling berdiskusi untuk mencari solusi”

Sehingga masyarakat dapat mawas diri menuju perilaku hidup sehat, dengan perilaku CERDIK, yaitu Cek Kesehatan secara berkala, Enyahkan Asap Rokok, rajin aktivitas fisik, Diet yang sehat, Istirahat yang cukup, dan kelola stress.

 

 

Sempat Dikabarkan Menghilang Saat Jalan Sehat HKN dan Telah Ditemukan

Seorang anak berusia 10 tahun bernama Salsania Kristina Fahma sempat dikabarkan hilang atau pisah dari orang tuanya saat mengikuti jalan sehat dalam rangka Hari Kesehatan Nasional pada Minggu pagi (19/11/2017).

Setelah dilakukan pencarian oleh keluarganya dan diberitakan melalui media sosial, akhirnya pada Senin pagi (20/11/2017) pukul 08.15 anak tersebut ditemukan oleh salah satu Anggota Sat Lantas Polres Rembang.

Anggota Sat Lantas Polres Rembang Wuri S mengatakan, bahwa ia melihat ada seorang anak kecil sendirian dan bingung di Jl. Jend. Sudirman No.83, (Taman Tugu Lilin).  Lalu pihaknya menghampiri anak tersebut.

Setelah melihat ciri-ciri anak itu ternyata sesuai dengan informasi yang disampaikan Kantor Polsek Rembang dan Polsek Pamotan serta informasi dari salah satu warga yang datang dan melapor ke Satlantas Polres Rembang bahwa ada anak hilang pada saat jalan sehat.

“kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 08.15 WIB mas, ketika itu saya lewat saat selesai jaga malam, saya melihat ada seorang anak sendirian dan kelihatan bingung di Taman Tugu Lilin, lalu saya hampiri dan melihat ciri-ciri anak itu, kok seperti yang dilaporkan pada Kantor Polsek Rembang dan Polsek Pamotan serta laporan dari warga”terangnya kepada Tim Humas Dinkes Rembang.

Lanjutnya, “lalu kita bawa ke Kantor dan melaporkan langsung ke Kasat Lantas Polres Rembang, setelah itu Ka Sat Lantas Polres Rembang mengecek langsung kebenarannya ke Kantor Polsek Rembang dan Polsek Pamotan bahwa benar benar memang anak itu merupakan anak yang hilang kemarin, selanjutnya Pak Ka Sat Lantas bersama Kabiro, Kaur Mintu, dan rekan-rekan mengantarkan ke pamotan”pungkas Wuri S seusai mengantarkan Salsania kerumahnya.

Sedangkan Ka Sat Lantas Polres Rembang AKP Ariakta Gagah Nugraha SIK, menyampaikan himbauan kepada masyarakat meskipun dalam kegiatan ataupun kondisi apapun jangan sampai lengah dalam mengawasi ataupun menjaga buah hatinya.

“untuk orang tua yang masih memiliki anak dibawah lima tahun atau lebih yang memerlukan pengawasan, tidak ada yang bisa mengalahkan pentingnya keluarga, anak kita masa depan kita, semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan kalaupun ada kejadian anak hilang sesegera mungkin melaporkan ke pihak Kepolisian terdekat”pungkas Ka Sat Lantas Polres Rembang.

Mengenai hal tersebut Kadinkes Rembang dr.Ali Syofii dan Ketua Panitia HKN ke 53 Aris Suryono,SKM (Kabid P2) turut prihatin dan bersyukur setelah ditemukannya anak dari Ibu Masfiah Nurul Fahma warga Dukuh Sridadi, Desa Pamotan RT.01 RW.03 Kecamatan Pamotan.

“kami mewakili Dinas Kesehatan Rembang dan segenap panitia HKN ke 53 turut prihatin atas kejadian ini. Alhamdulillah dengan kinerja dan koordinasi dari Aparat Kepolisian Sat Lantas Polres Rembang anaknya bisa ditemukan”ungkap Aris Suryono setelah menyerahkan bingkisan kepada keluarga Ibu Masfiah.

Sementara itu Ibu Masfiah merasa senang dan bersyukur serta berterimakasih kepada seluruh jajaran Sat Lan Tas Polres Rembang dan bingkisan yang telah diberikan dari pihak Dinkes Rembang. Ia berjanji akan mengawasi dan menjaga putrinya, ini merupakan sebuah pengalaman bagi dirinya.

Ibu Masfiah :
Orang tua dari Anak Salsania

“terimakasih kepada seluruh Aparat Kepolisian Sat Lantas Polres Rembang yang telah membantu menemukan putri saya, dan terimakasih juga kepada Dinas Kesehatan Rembang yang sudah menaruh rasa kepedulian terhadap anak saya”ujarnya.

Tambahnya “ini merupakan sebuah pengalaman bagi saya, dan saya berjanji akan mengawasi dan menjaganya dalam kondisi maupun situasi apapun”katanya dengan rasa bersyukur dan mata yang berkaca-kaca.

Dinkes Rembang Deklarasikan GERMAS Lewat Kegiatan Senam Bersama dan Jalan Sehat

Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati Alun-alun Kota Rembang untuk mengikuti Senam bersama dan Jalan Sehat pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53 yang digelar oleh OPD Dinas Kesehatan Rembang, Minggu (19/11/2017).

“Kadinkes Rembang dr.Ali Syofii bersama Forkopimda mengikuti Senam Bersama”

Tepat pada pukul 06.00 WIB warga masyarakat bersama Forkopimda Rembang melakukan senam bersama selama 30 menit. Menurut Kadinkes Rembang dr. Ali Syofii mengatakan dengan adanya kegiatan senam bersama kita ajak keluarga dan masyarakat untuk tetap menjaga kebugaran dengan melakukan aktifitas fisik dan meningkatkan perilaku hidup sehat dengan GERMAS.

“dengan harapan keluarga dan masyarkat tetap menjaga kebugaran dengan melakukan aktifitas fisik secara rutin dan terukur, serta dapat meningkatkan pola hidup sehat dengan melakukan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS)”ungkapnya sebelum senam dimulai.

“Usia Muda Usia Tua berbaur dalam senam bersama dan jalan sehat”

Ditambahkan olehnya “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ini meliputi cek kesehatan secara berkala, berolahraga atau melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari secara teratur dan terukur, dan makan buah dan sayur”tambahnya

Seusai senam bersama, sekaligus dideklarasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) oleh Bupati Rembang H.Abdul Hafidz. Pada kesempatan itu Bupati mengajak seluruh warga masyarakat Rembang untuk bergaya hidup bersih dan sehat serta sadar akan kesehatan diri sendiri dan keluarga.

“Bupati Rembang H.Abdul Hafidz ketika membacakan sambutan Deklarasi GERMAS”

“mari kita bersama wujudkan Kabupaten Rembang yang sehat, bersih, dan kuat dengan bergaya hidup bersih dan sehat serta sadar akan kesehatan karena sehat diawali dari diri kita sendiri”ungkapnya.

Deklarasi Germas ditandai dengan penandatanganan komitmen dan pelepasan balon yang bertuliskan Deklarasi Germas Tingkat Kabupaten Rembang.

“Mbak Rini Alesha saat mengambil Kupon Undian bersama MC Gokil Imam Subekti”

Kegiatan dilanjutkan dengan Jalan Sehat dan pengundian kupon berhadiah diramaikan dengan salah satu Penyanyi Golden Memories perwakilan dari Rembang Mbak Rini Alesha.

 

Selain itu, Patelki (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia) DPC Rembang bersama dengan Petugas Posbindu PTM Dinas Kesehatan menggelar Bakti Sosial Pemeriksaan Glukosa Darah kepada warga masyarakat yang ikut dalam kegiatan senam dan jalan sehat.

Akreditasi Puskesmas Harus Dihadapi dengan Bersinergi

Akreditasi Puskesmas bukan merupakan sebuah tujuan akhir dalam mengukur penilaian pelayanan mutu di Puskesmas. Dengan adanya penilaian ini Puskesmas dapat mengukur sejauh mana pelayanan mutu yang telah diterapkan oleh Puskesmas.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Rembang dr. Ali Syofii saat memberikan sambutan sekaligus arahan kepada jajaran Puskesmas Pancur yang akan dilakukan penilaian akreditasi oleh Tim Surveyor Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) selama 3 (tiga) hari.

Tim Surveyor Akreditasi FKTP disambut langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Rembang dr.Ali Syofii, Tim Pendamping Akreditasi FKTP Dinas Kesehatan Rembang, dan Kepala Puskesmas Pancur beserta jajarannya di Aula Dinas Kesehatan Rembang pada Rabu malam (15/11/2017).

Tim Surveyor Akreditasi FKTP berjumlah tiga orang diantaranya, drg.Agus Salim sebagai Ketua yang menilai di bidang Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), dr.Henny Indriyanti, M.Kes menilai dibidang Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), dan Nunuk Windariyanti, SKM menilai dibidang Administarasi Manajemen (Admen).

Ketua Tim Surveyor dr.Agus Salim pada kesempatan tersebut memaparkan mengenai hal-hal yang harus diketahui penilaian yang akan dilakukan di Puskesmas dan menjelaskan kode etik serta jadwal penilaian selama tiga hari.

Kemudian Kepala Puskesmas dr.Trianovi Puspasari menyampaikan bahwa dengan Puskesmas Pancur telah siap untuk melaksanakan penilaian akreditasi yang akan dilakukan oleh Tim Surveyor.

“sudah beberapa bulan kami dari Puskesmas menyusun dokumen-dokumen dan mempersiapkan segala kebutuhan untuk akreditasi, mungkin masih banyak kekurangan dan keterbatasan yang ada, namun kami (Puskesmas Pancur) siap untuk melaksanakan survei akreditasi ini”ungkapnya.

Ditambahkan oleh Badrus Kamali salah satu Karyawan dari Puskesmas Pancur bahwa seluruh karyawan Puskesmas Pancur telah berkomitmen dengan bersinergi untuk menghadapi akreditasi. Seperti Yel-yel yang dinyanyikan oleh Badrus Kamali.

“Yo Ayo maju akreditasi ora perlu wedi kudu dihadapi, saling bersinergi itu kunci pasti, Akreditasi SIAP…Puskesmas Pancur Mantap”cuplikan yel-yel yang dinyanyikan oleh Badrus saat diwawancarai oleh Tim Humas Dinkes Rembang.

Juara Lomba HKN ke 53

Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke 53 di Kabupaten Rembang, Pemkab Rembang melalui Dinkes Rembang menggelar berbagai macam perlombaan di destinasi wisata Pantai Wates Kecamatan Kaliori pada Minggu (12/11/2017).

Diantaranya perlombaan Senam Germas, Melukis Poster Kesehatan, Volley Pantai, dance CTPS, dan Lomba Balap Karung. Namun salah satu Panitia Penyelenggara Lomba Supriyo Utomo, SKM mengatakan bahwa Lomba Balap Karung untuk sementara belum bisa dilaksanakan.

“untuk lomba balap karung sementara ini kami dari pihak panitia belum bisa melaksanakan karena setelah melihat situasi dan kondisi yang kurang mendukung dan berbagai kendala lainnya”terangnya.

Sementara itu, Pada lomba senam Germas keluar sebagai pemenang yaitu juara pertama SMP Al-Yaqin perwakilan dari Puskesmas Sluke, juara kedua Kader perwakilan dari Puskesmas Sumber, dan juara ketiga jatuh pada SMK Muhammadiyah Rembang perwakilan dari Puskesmas Rembang 1.

Kemudian untuk Lomba Melukis Poster Kesehatan juara pertama diraih oleh SMP N 1 Lasem, Juara kedua SMP N 1 Sulang, dan juara ketiga diraih oleh SMP N 1 Bulu.

Untuk lomba Volley Pantai juara pertama jatuh pada SMA N 1 Pamotan, juara kedua SMK AL-Mubarok, dan juara ketiga merupakan juara bersama antara SMA N 3 Rembang dan SMK Muhammadiyah Rembang.

Sedangkan pada lomba dance CTPS yang keluar sebagai juara pertama yaitu SD N Gunem, Juara dua SD N Mondoteko, Juara tiga SD N Soditan, juara harapan satu SDN Kragan 2, dan juara harapan dua jatuh pada SD N Tambak Agung Kaliori.

Bupati Rembang Berikan Nama Bayi Yang Lahir Jelang HKN ke 53

Setelah melaksanakan Upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53, Bupati Rembang  H. Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto, SE bersama Ketua DPRD Rembang Majid Kamil didampingi oleh Kadinkes Rembang dr. Ali Syofii dan Direktur RSUD dr. R.Soetrasno beserta jajarannya menuju ke rumah sakit umum dr. R. Soetrasno Rembang, Senin (13/11/2017).

“Bupati Rembang H.Abdul Hafidz didampingi istri Ibu Hj.Hasiroh Hafidz memberikan bingkisan kepada keluarga pasien setelah melahirkan bayi yang bertepatan tanggal 12 November”

Dalam kesempatan tersebut Bupati Rembang dan Wakil Bupati Rembang beserta rombongannya menghampiri dan menyapa pasien yang sedang menunggu ditempat pendaftaran rawat jalan untuk melakukan Pemeriksaan Kesehatan dengan sesekali bertanya mengenai pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit terhadap pasien.

Setelah Puas menyapa dan bertanya kepada para pasien, rombongan menuju salah satu ruang persalinan  dimana Bupati Rembang memberikan nama kepada dua bayi. Bayi perempuan yang beruntung karena langsung diberi nama oleh orang nomor satu di Rembang itu adalah anak dari pasangan Siti Aisyah dan Masuki dari desa Sumur Pule Kecamatan Kragan.

Bayi dengan berat lahir 3,2 kg itu diberikan nama Ismi Khoirunnisa yang berarti Namaku Sebaik-baik Wanita oleh Bupati sembari memberikan bingkisan. Siti Aisyah mengaku senang karena Bupati berkenan memberikan nama kepada buah hatinya yang lahir tanggal 12 November tepatnya pukul 07.10 WIB. Ia berharap anaknya kelak menjadi anak yang sholehah dan berguna bagi bangsa dan negara.

“Alhamdulillah perasaan saya senang mas, karena buah hati kami sekeluarga diberikan nama oleh Pak Bupati. Harapan kami sekeluarga semoga kelak bisa menjadi anak yang sholehah dan berguna bagi bangsa dan negara,” tuturnya.

“Wabup Bayu Andriyanto,SE didampingi dr. Ali Syofii juga memberikan bingkisan kepada Ibu yang baru melahirkan buah hatinya”

Selanjutnya bayi dari pasangan Suryono dan Siti Khumaroh yang lahir tanggal 11 November pun tak terlewat oleh Bupati H. Abdul Hafidz , anak pertama dari pasangan asal desa Sriombo Kecamatan Lasem itu diberi nama Ismi Rokhmawati. Menurut Bupati nama tersebut memiliki arti anak tersebut selalu dikarunia rahmat.

“Bangga mas diberi nama Bupati, tadi diberi nama Siti Khumaroh artinya tadi agar selalu dikaruniai rahmat. Harapannya semoga anak ini kelak memberi manfaat untuk keluarga , fiddin fiddunya wal akhirah,” ungkapnya.

Tak hanya memberikan nama kedua bayi tadi, Bupati bersama Wabup beserta Rombongan juga menjenguk pasien dewasa dan para lansia yang berada di ruangan lain serta memberikan sejumlah bingkisan kepada para pasien.

HKN 53 Tahun 2017 : Upaya Penuntasan Desa ODF hingga Upaya Menekan AKI dan AKB di Rembang

Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Kesehatan Rembang akan terus berupaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan yang dimulai dari keluarga sesuai dengan Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga dan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Salah satu upaya pemkab Rembang dalam pendekatan keluarga dan Germas yaitu menekan kebiasaan buruk warga masyarakat yang masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF). Dari yang semula ada 101 desa hingga saat ini berhasil ditekan sebanyak 77 desa, jadi tinggal 24 desa lagi.

“Penyerahan Penghargaan Oleh Bupati Rembang didampingi Kadinkes Rembang dr.Ali Syofii”

Pada saat upacara HKN ke-53 empat Kecamatan menerima penghargaan secara simbolis dari Bupati Rembang yang didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Rembang dr. Ali Syofii setelah tahun ini menjadikan desa di wilayahnya Stop BABS. Keempat kecamatan itu yakni Kecamatan Lasem, Kecamatan Pancur, Kecamatan Sedan dan Kecamatan Bulu.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofii menambahkan menindaklanjuti petunjuk dari Bupati, desa- desa yang belum deklarasi ODF akan ada penanganan khusus. Harapannya akhir tahun bisa selesai semua.

“Sisa desa yang belum ODF nanti sesuai arahan dari Pak Bupati akan kita lakukan streshing khusus. Sehingga bisa dipercepat, terutama di wilayah yang masih belum dituntaskan yaitu di Kragan, Sarang, dan Sumber”terangnya.

Selain itu mengenai permasalahan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) diKabupaten Rembang, Dinas Kesehatan akan terus berupaya dengan melakukan pelatihan-pelatihan terhadap tenaga kesehatan dan peningkatan pengetahuannya, sehingga akan lebih profesional.

“pihak kami (Dinkes) akan terus berupaya untuk menekan AKI dan AKB di Kabupaten Rembang, tentunya dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan kita dan peningkatan pengetahuan sehingga akan lebih profesional dalam melayani kesehatan Ibu dan anak”jelasnya.

Lanjut dr. Ali Syofii “kemudian disamping itu kita juga mengedepankan aspek promotif preventif terkait dengan AKI dan AKB di Kabupaten Rembang sesuai dengan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK) yang telah menjadi kebijakan Pemerintah Pusat”pungkasnya usai anjangsana bersama rombongan Bupati dan Wakil Bupati Rembang ke RSUD dr.R.Soetrasno Rembang,Senin pagi (13/10/2017).

HKN 53 Tahun 2017 : Pentingnya Peran Keluarga dalam Pembangunan Kesehatan

Tahun ini Hari Kesehatan Nasional ke 53 mengangkat tema “Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku”.

“Bupati Rembang H.Abdul Hafidz Ketika Membacakan Sambutan Menteri Kesehatan Pada Upacara HKN ke 53 di Kabupaten Rembang”

Dalam sambutan Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr.Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) yang dibacakan oleh Bupati Rembang H.Abdul Hafidz pada saat Upacara HKN ke 53 di Halaman Kantor Setda Rembang, Senin pagi (13/11/2017). Dijelaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam pembangunan kesehatan.

“Lingkungan keluarga memberikan dasar paling penting bagi seseorang untuk memliki kebiasaan, perilaku dan gaya hidup yang sehat. Oleh karena itu, kita perlu terus berupaya untuk membudayakan perilaku hidup bersh dan sehat pada masyarakat mulai dari lingkungan keluarga. Jadi Peran keluarga sangat penting dalam pembangunan kesehatan”terangnya.

Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan Permenkes Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.

“Suasana Upacara HKN ke 53 dihalaman Kantor Setda Rembang berjalan dengan lancar dan khidmat”

Program tersebut pada dasarnya merupakan integrasi pelaksanaan program-program kesehatan baik Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) maupun Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) secara berkesinambungan dengan target/fokus kepada keluarga berdasarkan data dan informasi dari Profil Kesehatan Keluarga.

Bupati Rembang juga menyampaikan  Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan yang harus dilakukan Kabupaten/Kota.

“terdapat 12 indikator pelayanan dasar yang harus dilakukan oleh kabupaten/kota, sebagian besar indikator SPM Bidang Kesehatan terdiri dari 8 indikator Keluarga Sehat terkait dengan SPM, dan hanya 4 Indikator tidak terkait dengan SPM yaitu merokok, jamban sehat, akses terhadap air bersih dan anggota JKN”terangnya.

“Berbagai Seragam yang dikenakan oleh para peserta yang terdiri dari berbgai organisasi dan akademisi”

Selain Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, disampaikan pula masalah pembangunan kesehatan juga perlu melibatkan lintas sektor melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa keberhasilan Program Kesehatan tidak terlepas dari peran masyarakat dan lintas sektor terkait.

Melalui HKN ke 53 tahun ini Bupati Rembang H.Abdul Hafidz mengajak seluruh insan kesehatan di Kabupaten Rembang untuk merefleksikan kembali sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan dengan melibatkan semua unsur, dan lintas sektor.

“mari kita kobarkan semangat melayani, semangat menggerakkan, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan masyarakat dalam pencapaian derajat kesehatan”ajaknya.

Pada upacara HKN ke 53 tersebut Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, SE, Ketua DPRD Kabupaten Rembang H. Majid Kamil MZ, Kapolres Rembang atau yang mewakili, Kodim 0720/Rembang atau yang mewakili, Direktur RSUD dr.R Soetrasno, Direktur RSI Arafah, Kepala Dinkes Rembang dan lintas sektor terkait, juga kurang lebih 300 peserta yang mengikuti upacara tersebut yang terdiri dari organisasi profesi seperti IDI, IBI, Perawat, dan Apoteker, serta Kepala Puskesmas, dan jajaran Kesehatan lainnya se-Kabupaten Rembang.

Pencanangan CTPS Selingi Rangkaian Acara HKN ke 53 di Rembang

Dalam rangkaian acara HKN ke 53 tahun 2017 yang digelar di wisata Pantai Wates pada Minggu pagi (12/10/2017), diselingi dengan pencanangan cuci tangan pakai sabun yang dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Rembang Ibu Hj.Hasiroh Hafidz di wisata pantai wates, dalam memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ke 10 di Kabupaten Rembang.

“kita tidak boleh malas ataupun putus asa dalam menjaga kesehatan diri kita, menjaga kesehatan wajib hukumnya, biasakan hidup sehat dengan hal yang paling mudah seperti cuci tangan pakai sabun, melakukan aktifitas fisik secara terukur, serta jangan membeli jajanan yang tidak sehat”jelasnya.

Lanjutnya membuka pencanangan cuci tangan pakai sabun “dengan mengucapkan Bismillahhirohmanirrohim pencanangan cuci tangan pakai sabun di kabupaten Rembang saya buka”ucapnya sekaligus mengakhiri arahan dan sambutannya.

“Penyerahan Bantuan Tempat Sampah kepada pengelola Wisata Pantai Wates”

Acara dilanjutkan dengan penyerahan sepuluh tempat sampah yang kepada pihak pengelola wisata Pantai Wates. Dengan adanya bantuan tempat sampah diharapkan seluruh pengunjung atau wisatawan yang sedang berlibur supaya tidak membuang sampah sembarangan.

“Cap Telapak Tangan pada kain putih oleh Kadinkes Rembang dr.Ali Syofii”

Kemudian pencanangan ditandai dengan cap telapak tangan di kain putih dilanjutkan dengan cuci tangan pakai sabun bersama seluruh peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Kadinkes Rembang dr.Ali Syofii menuturkan kepada seluruh warga masyarakat khususnya di kabupaten Rembang, agar membiasakan diri untuk mencuci tangan pakai sabun pada lima waktu kritis.

“saya menghimbau supaya seluruh warga masyarakat membiasakan sejak dini untuk cuci tangan pakai sabun pada lima waktu kritis, yaitu sebelum makan, sehabis buang air besar, sebelum menyusui, sebelum menyiapkan makan, setelah menceboki bayi, dan setelah kontak dengan hewan”tuturnya.